Tuesday, 15 Syawwal 1440 / 18 June 2019

Tuesday, 15 Syawwal 1440 / 18 June 2019

Kiai Ma'ruf: Jokowi Mencintai NU dan Ulama

Rabu 23 Jan 2019 13:01 WIB

Red: Bayu Hermawan

Calon Wakil Presiden nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin

Calon Wakil Presiden nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin

Foto: Dok Istimewa
Terpilihnya Kiai Maruf sebagai cawapres merupakan bentuk penghormatan kepada NU.

REPUBLIKA.CO.ID, TUBAN -- KH Maruf Amin mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencintai dan menghormati Nahdlatul Ulama (NU) dan ulama. Salah satu bukti adalah dengan menunjuk dirinya sebagai calon wakil presiden (cawapres).

"Kenapa Maruf Amin yang Rais Aam PBNU mau menjadi cawapres. Pertama karena dorongan kiai dan ulama, dan kedua karena ini penghormatan kepada Nahdlatul Ulama, karena saya orang NU," kata Kiai Maruf saat menghadiri deklarasi dukungan Tim Pendarat Kiai yang dihadiri puluhan ribu warga NU, di Tuban, Jawa Timur, Rabu (23/1).

Kiai Maruf mengatakan, Jokowi mencintai serta menghormati NU dan ulama. Dia berharap wakil NU dapat kembali menjadi pimpinan nasional setelah sekian lama. "Orang NU sudah lama tidak menjadi pimpinan nasional. Karena itu sekarang saya menjadi cawapres, kemudian mudah-mudahan menjadi wakil presiden, dan saya harap kedepan ada orang NU yang menjadi presiden kembali," ujarnya.

Penasihat Tim Pendarat Kiai, KH Mustain Syukur mengatakan warga NU di Tuban adalah warga NU yang istimewa.  Menurutnya, dua kali bupati dan wakil bupati Tuban dijabat orang NU. Dan saat ini, kata dia, orang NU telah menjabat di berbagai kepemimpinan mulai tingkat kabupaten/kota hingga provinsi.

"Sekarang tinggal presiden dan wakil presidennya. Kalau ingin memiliki wapres dari kiai, dari NU, maka dalam Pilpres 17 April pasangan Jokowi-Maruf harus menang," ujar Mustain Syukur.

Dalam acara deklarasi Tim Pendarat turut dibacakan deklarasi dukungan kepada Jokowi-Maruf amin. Maruf berterima kasih atas doa dan dukungan para kiai di Tuban atas perjuangannya maju sebagai calon wakil presiden RI.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA