Wednesday, 14 Zulqaidah 1440 / 17 July 2019

Wednesday, 14 Zulqaidah 1440 / 17 July 2019

Menkeu Disindir Pencetak Utang, Jokowi: Belum Paham Ekonomi

Ahad 03 Feb 2019 11:46 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Bayu Hermawan

Capres nomor urut 01, Jokowi, menghadiri deklarasi dukungan oleh Koalisi Alumni Diponegoro di Kota Lama Semarang, Ahad (3/1).

Capres nomor urut 01, Jokowi, menghadiri deklarasi dukungan oleh Koalisi Alumni Diponegoro di Kota Lama Semarang, Ahad (3/1).

Foto: Sapto Andika Candra
Jokowi menjawab sindiran Prabowo ke Menkeu Sri Mulyani.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menanggapi sindiran calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, yang menyebut bahwa Menteri Keuangan di era pemerintahan saat ini lebih pas disebut "Menteri Pencetak Utang". Jokowi menjawab santai bahwa Menteri Keuangan Sri Mulyani merupakan menkeu terbaik dunia. Bahkan, ujar Jokowi, berbagai penghargaan telah diraih Sri Mulyani sebagai seorang menkeu.

"Semua orang menghargai kok, semua orang hormat kepada bu sri mulyani. Kalau ada kita yang menyampaikan itu ya mungkin belum ngerti masalah ekonomi makro," ujar Jokowi diikuti tawa khasnya, Ahad (3/2).

Sebelum Jokowi memberi komentar soal ini, sejumlah menteri Kabinet Kerja sudah ramai-ramai membela Sri Mulyani. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyebut bahwa julukan yang dilontarkan Prabowo tidak etis karena Sri Mulyani adalah menkeu terbaik yang dimiliki Indonesia.

Tak hanya Luhut, Ketua Umum Golkar sekaligus Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto juga ikut membela Sri Mulyani. Airlangga menyebutkan bahwa dalam setiap pembangunan oleh negara mau tak mau pasti ada proporsi utang. Tak hanya Indonesia, Airlangga menyebut negara-negara lain juga berutang untuk menjalankan pembangunan. Utang pun, lanjutnya, tidak hanya tertimbun di pemerintah ini namun juga sejak pemerintahan sebelumnya.

Sebelumnya, calon presiden (capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto kembali menyinggung soal utang negara. Prabowo bahkan meminta penamaan Menteri Keuangan diganti menjadi Menteri Pencetak Utang.

"Ini kalau ibarat penyakit saya katakan stadium sudah cukup lanjut, sudah lumayan parah. Utang menumpuk terus, kalau menurut saya, jangan disebut lagi lah ada menteri keuangan, mungkin menteri pencetak utang," kata Prabowo dalam pidatonya di acara Deklarasi Nasional Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia, di Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta, Sabtu (26/11).

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA