Sunday, 14 Ramadhan 1440 / 19 May 2019

Sunday, 14 Ramadhan 1440 / 19 May 2019

Menlu Sebut Indonesia Kontributor Besar Pasukan Perdamaian

Jumat 15 Feb 2019 00:39 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi

Foto: Republika/Arif Satrio Nugroho
Dari 3.247 orang pasukan perdamaian dunia dari Indonesia itu, 106 di antaranya wanita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan Indonesia termasuk salah satu kontributor terbesar pasukan perdamaian dunia. Jumlah totalnya lebih dari 3.000 personel.

"Sampai titik ini Indonesia salah satu kontributor terbesar pasukan perdamaian dunia, dan jumlah peacekeeper kita termasuk yang sekarang adalah 3.247 orang," ujar Menlu Retno, di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Kamis (14/2) usai melepas 322 personel kepolisian untuk misi perdamaian, bersama Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Baca Juga

Personel tersebut di antaranya ditempatkan untuk misi perdamaian di Lebanon, Dafur, Afrika Tengah, Republik Demokratik Kongo, Sudan Selatan, Mali, dan Sahara Barat. Selain jumlah yang besar, Menlu juga bangga terdapat total 106 personel untuk misi perdamaian ini merupakan perempuan.

Terpilihnya Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan (DK) PBB, menurut Retno, salah satunya karena faktor kontribusi Indonesia untuk misi perdamaian. "Dengan sangat bangga hati, saya sampaikan selamat kepada para peacekeeper Indonesia yang akan membawa misi mulia, misi perdamaian dan kemanusiaan," ujar Menlu.

Indonesia terpilih sebagai anggota tidak tetap DK PBB periode 2019-2020 merupakan keempat kalinya sepanjang sejarah. Hal itu setelah menduduki posisi tersebut pada periode 1973-1974, 1995-1996, dan 2007-2008.

Selama mengemban tugas sebagai anggota tidak tetap DK PBB, Indonesia menetapkan sejumlah isu prioritas. Antara lain menjaga ekosistem perdamaian, sinergi antara organisasi regional dan PBB, pemberantasan terorisme, serta isu Palestina.

 

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA