Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Jubir TKN Tanggapi CEO Bukalapak: Lupa Jasa Jokowi

Jumat 15 Feb 2019 14:04 WIB

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Muhammad Hafil

Bukalapak.com

Bukalapak.com

Foto: bukalapak
Saat Bukalapak Ulang tahun, Jokowi hadir ke perayaannya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf menyayangkan CEO Bukalapak Achmad Zaky yang menyebut Revolusi Industri 4.0 omong kosong dan mengindikasikan pengharapan adanya presiden baru melalui akun Twitter-nya. TKN menyebut Zaky lupa pada jasa Presiden RI sekaligus capres 01 Joko Widodo.

"Sudah didukung dan di-support, tapi kok menilai Pak Jokowi perlu ada presiden baru," kata Juru Bicara TKN Ace Hasan Syadzily saat ditemui di ruangannya, Kompleks Parlemen RI, Jakarta, Jumat (15/2).

Achmad Zaky melalui akun Twitter-nya @achmadzaky pada 13 Februari 2019 mengunggah konten tertulis berbunyi, "Omong Kosong industri 4.0 kalau budget R&D negara kita kaya gini," yang disertai informasi terkait anggaran pengembangan dan penelitian Indonesia untuk industri digital sebanyak Rp 2 triliun. Di akhir unggahannya, Zaky menuliskan, "Mudah-mudahan presiden baru bisa naikin."

Menurut Ace Hasan, dari tahun ke tahun, anggaran riset dan pengembangan industri digital lebih meningkat. Hal ini, kata Ace, menunjukkan perhatian Jokowi pada revolusi industri 4.0 dan industri yang berbasis kepada digital. Bahkan, klaim Ace, Bukalapak merupakan salah satu perusahaan digital yang sangat mendapatkan perhatian dari Jokowi. Saat Bukalapak ulang tahun, Jokowi hadir ke Bukalapak.

"Ketika Pak Ahmad Zaky mendapatkan semoga presiden baru, nah, itu menurut saya sesuatu yang dalam tanda kutip melupakan dorongan dan support yang dilakukan Pak Jokowi," kata politikus Golkar itu.

Unggahan Twitter Ahmad Zaky juga menuai respons dari para pengguna Twitter simpatisan Jokowi. Mereka ramai-ramai menggunakan tagar #UninstallBukalapak. Unggahan Ahmad Zaky pun dikritik karena menggunakan data 2013 saat Jokowi belum menjabat sebagai presiden.

Menurut Ace, hal itu adalah respons yang lumrah muncul dari para pendukung. "Saya kira, dia (Zaky) punya hak untuk menyampaikan pendapat, tapi konsekuensinya ya pasti dia akan mendapatkan, istilahnya itu respons dari para pendukung Pak Jokowi," ujar dia.

Meski demikian, menurut Ace, Jokowi tidak akan tersinggung dengan apa yang disampaikan oleh Achmad Zaky. Ia pun meminta para pendukung untuk memaafkan Ahmad Zaky.

Belakangan, Achmad Zaky juga mengunggah permintaan maaf di akun Twitter-nya pada 14 Februari 2019. Menurut dia, unggahan tersebut sebenarnya merupakan harapan bahwa siapa pun Presiden yang terpilih nantinya bisa meningkatkan anggaran untuk riset dan pengembangan industri digital.

"Buat pendukung Pak Jokowi, mohon maaf jika ada yg kurang sesuai kata2 saya, jadi misperception. Saya kenal Pak Jokowi orang baik. Bahkan, sudah saya anggap seperti ayah sendiri (sama2 orang Solo). Kemarin juga hadir di HUT kami. Tidak ada niat buruk tentunya dari tweet saya," kata Achmad Zaky di akunnya. 

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA