Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Mahfud MD: Ada Gerakan Ingin Pemilu Kacau

Selasa 19 Feb 2019 18:56 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Gerakan Suluh Kebangsaan dan PT KAI menggelar dialog suluh kebangsaan di  Stasiun Purwokerto, Selasa (19/2). Ketua Gerakan Suluh Kebangsaaan, Mahfud  MD tampil sebagai salah satu narasumber dalam dialog tersebut. Rencananya,  dialog akan digelar di berbagai stasiun Jawa hingga 22 Februari 2019.

Gerakan Suluh Kebangsaan dan PT KAI menggelar dialog suluh kebangsaan di Stasiun Purwokerto, Selasa (19/2). Ketua Gerakan Suluh Kebangsaaan, Mahfud MD tampil sebagai salah satu narasumber dalam dialog tersebut. Rencananya, dialog akan digelar di berbagai stasiun Jawa hingga 22 Februari 2019.

Foto: Republika/Eko Widiyatno
Mahfud MD menilai gerakan ingin pemilu kacau itu masih kecil.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO -- Pakar hukum tata negara Mohammad Mahfud MD mengatakan, saat ini ada sebuah gerakan yang berupaya menggagalkan pemilihan umum (pemilu). Mereka ingin membuat pemilu kacau.

"Sekarang ada teori yang berkembang dari mulut ke mulut, belum ramai, mumpung pemilu, ini ada sebuah gerakan, belum besar, tapi inginnya pemilu ini kacau sehingga nanti gagal, lalu pemerintah tidak ini, tidak itu, kosong," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (19/2) siang.

Baca Juga

Mahfud mengatakan hal itu saat Dialog Kebangsaan Seri IV dengan tema "Mengokohkan Kebangsaan: Menjaga Nalar Sehat dan Berbudi" yang digelar di halaman Stasiun Purwokerto. Menurut dia, kondisi tersebut dianggap mereka sebagai peluang untuk memperbaiki negara. Jika pikiran tersebut benar, akan berbahaya. "Karena namanya teori aduk-aduk ikan di baki," katanya.

Dalam teori tersebut, semua ikan lalu diganti dengan yang bagus. "Itu tidak boleh. Kita punya proses demokrasi dan itu (teori aduk-aduk ikan di baki, red) berbahaya," tegas Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan itu.

Mahfud mengajak masyarakat untuk menjaga negara Indonesia dengan sebaik-baiknya karena telah dibangun dengan segala susah payah. Menurut dia, 60 tahun diperintah oleh pemerintah yang tidak adil itu jauh lebih baik daripada negara kacau sehari saja.

"Begitu negara kacau satu malam, besoknya tidak ada lagi negara. Itulah yang banyak dipakai sebagai rujukan untuk menjaga negara," katanya.

Dialog Kebangsaan Seri IV tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Jelajah Kebangsaan yang diselenggarakan PT Kereta Api Indonesia (Persero) bekerja sama dengan Gerakan Suluh Kebangsaan. Kegiatan Jelajah Kebangsaan yang dilaksanakan pada 18-22 Februari 2019 itu mengambil rute dari Merak hingga Banyuwangi serta digelar di sembilan stasiun, mulai dari Stasiun Merak, Stasiun Gambir, Stasiun Cirebon, Stasiun Purwokerto, Stasiun Yogyakarta, Stasiun Solobalapan, Stasiun Jombang, Stasiun Surabayagubeng, dan berakhir di Stasiun Banyuwangi.

Para tokoh nasional yang hadir dalam kegiatan tersebut menggunakan kereta api khusus untuk menempuh jarak 1.341 kilometer selama lima hari perjalanan. Selain Mahfud MD, Dialog Kebangsaan Seri IV yang digelar di halaman Stasiun Purwokerto juga menghadirkan putri pertama Presiden Ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), yakni Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid (Alissa Wahid), serta budayawan Ahmad Tohari dan Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto Jebul Suroso.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA