Minggu, 21 Ramadhan 1440 / 26 Mei 2019

Minggu, 21 Ramadhan 1440 / 26 Mei 2019

Kiai Maruf Ziarah ke Makam Syekh Yusuf Al Makassari

Kamis 21 Feb 2019 13:52 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Muhammad Hafil

KH Ma'ruf Amin Ziarah Makam Syekh Yusuf: Calon Wakil Presiden nomor urut satu, Ma'ruf Amin (kanan) saat berziarah ke makam Syeh Yusuf di Gowa, Sulawesi Selatan, Kamis (21/2/2019).

KH Ma'ruf Amin Ziarah Makam Syekh Yusuf: Calon Wakil Presiden nomor urut satu, Ma'ruf Amin (kanan) saat berziarah ke makam Syeh Yusuf di Gowa, Sulawesi Selatan, Kamis (21/2/2019).

Foto: Antara/Yusran Uccang
Syekh Yusuf telah dianugerahi pahlawan nasional pada 1995 lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin berziarah ke makam Syekh Yusuf Al Makassari yang terletak di Ko'bang, perbatasan Gowa dan Makassar. Syekh Yusuf merupakan ulama sufi termasyhur yang hidup pada zaman kolonial Hindia Belanda.

Baca Juga

Saat berziarah ke Makam Syekh Yusuf, Kiai Ma'ruf didampingi istrinya Wury Estu Handayani. Mereka pun langsung mendoakan ulama yang dianggap sebagai seorang wali tersebut.

Kiai Ma'ruf mengatakan, Syekh Yusuf bukan hanya sekadar tokoh ulama besar semata tapi juga merupakan tokoh pejuang. Syekh Yusuf juga penyebar agama Islam di Afrika saat ia diasingkan oleh penjajah ke Faure, Cape Town, Afrika Selatan.

"Syekh Yusuf seorang ulama pejuang berani dan juga pemimpin tarekat. Jadi pahlawan yang lengkap sekali," ujar Kiai Ma'ruf usai menaburkan bunga di makam Syekh Yusuf, Kamis (21/2).

Menurut dia, sosok Syekh Yusuf ini bisa dijadikan contoh bagi semua kalangan, tidak hanya umat Islam. Menurut dia, Syekh Yusuf juga pernah berjuang bersama Sultan Hasanuddin Makassar melawan Belanda. "Sultan Hasanuddin waktu itu ditipu dan ditangkap Belanda. Beliau (Syekh Yusuf) lari ke Banten dan bergabung berjuang bersama Sultan Agung Tirtayasa," ucapnya.

Kemudian, kata Kiai Ma'ruf, Syekh Yusuf dan Sultan Agung Tirtayasa juga ditipu. Sultan Agung Tirtayasa ditahan di Batavia, sedangkan Syekh Yusuf dibuang hingga ke Afrika Selatan. "Beliau pejuang yang tidak berhenti begitu saja, sampai dibuang ke Afrika Selatan tapi beliau tidak takut. Ini contoh pahlawan yang bisa jadi panutan," kata Kiai Ma'ruf.

Untuk diketahui, pemerintah Indonesia di era Presiden Soeharto telah menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Syekh Yusuf pada Agustus 1995. Tidak hanya di Indonesia, Pemerintah Afrika Selatan juga memberikan gelar pahlawan kepada Syekh Yusuf karena  ikut berjuang bersama masyarakat Afrika Selatan.

Dalam kesempatan berbeda, salah seorang ulama asal Afrika Selatan, Syekh Irfaan Abrahams juga mengungkapkan bahwa agama Islam yang tersebar di Afrika Selatan merupakan hasil dakwah Syekh Yusuf Al Makasari.

"Agama Islam kami berasal dari dakwah orang Indonesia. Orang pertama kali yang mendakwahkan Islam di Afrika Selatan adalah orang Indonesia bernama Syekh Yusuf Al Makasari," ujar Syekh Irfaan saat ditemui Republika.co.id di sela-sela acara KTT di Bogor, Selasa (1/5) tahun lalu.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA