Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Jokowi Janji Kembali Cairkan Bansos PKH Awal April

Selasa 26 Feb 2019 00:09 WIB

Red: Andri Saubani

Program Keluarga Harapan. Presiden Joko Widodo memberikan sambutan saat menyerahkan bantuan sosial Program Keluarga Harapan di Cilacap, Jawa Tengah, Senin (25/2/2019).

Program Keluarga Harapan. Presiden Joko Widodo memberikan sambutan saat menyerahkan bantuan sosial Program Keluarga Harapan di Cilacap, Jawa Tengah, Senin (25/2/2019).

Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto
Pada Senin, Jokowi menyalurkan bansos PKH dan BPNT di Cilacap.

REPUBLIKA.CO.ID, CILACAP -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjanjikan pada awal April 2019 akan kembali mencairkan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH). Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan sambutan dalam acara Penyaluran Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Tahun 2019 di Gedung Patra Graha Kabupaten Cilacap, Senin (25/2), menyempatkan menyapa masyarakat Cilacap penerima bantuan sosial yang hadir dengan beberapa kosakata ngapak khas Cilacap.

"Tadi Pak Gubernur (Ganjar Pranowo) bilang kencot, apa itu kencot? Lapar?" tanya Presiden dan disambut dengan tawa para hadirin.

Ia pun melanjutkan dan bertanya arti entong yang dijawab oleh hadirin artinya habis. "Uang PKH Januari sudah diterima masuk ke rekening hari ini sudah entong? Tadi saya lihat masih ada yang ambil. Tapi nanti awal April akan kita kirim yang kedua tapi ya jangan langsung dihabiskan," kata Presiden.

Ia berpesan kepada masyarakat penerima bantuan sosial PKH agar menggunakan dana tersebut dengan bijak dan sesuai peruntukannya. Menurut Jokowi, anggaran PKH bisa dipakai untuk dibeli seragam sekolah, tas, sepatu, buku, hingga telor.

"Bisa dipakai untuk gizi anak-anak kita," katanya.

Ia juga menyempatkan untuk berdialog singkat dengan beberapa masyarakat penerima bantuan sosial tersebut. Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi membagikan bantuan sosial PKH dan BPNT kepada 1.257 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Jumlah peserta yang hadir pada acara ini sebanyak terdiri dari 500 ketua kelompok PKH perwakilan dari 16 kecamatan di Kabupaten Cilacap, 757 KPM PKH yang berasal dari tiga kecamatan yaitu Cilacap Tengah, Cilacap Utara, Cilacap Selatan, dan 243 SDM PKH dan BPNT.  Tercatat bantuan sosial untuk Provinsi Jawa Tengah Tahap I Tahun 2019 adalah Rp2 triliun terdiri dari PKH sebesar Rp1,7 triliun untuk 1.449.066 keluarga dan BPNT sebesar Rp284 miliar untuk 2.583.813 keluarga.

Sementara, bantuan sosial untuk Kabupaten Cilacap Tahap I Tahun 2019 terdiri dari PKH sebesar Rp 92 miliar untuk 77.745 keluarga dan BPNT sebesar Rp 15 miliar untuk 141.758 keluarga. PKH merupakan program prioritas pemerintah untuk mengurangi kemiskinan dan ketimpangan. Pada 2019 alokasi anggaran PKH ditingkatkan menjadi Rp 34,4 triliun dari angka sebelumnya Rp 19,2 trilliun pada 2018.

Pada 2019, skema bantuan PKH yang sebelumnya flat menjadi non-flat atau bervariasi. Indeks bantuan sosial PKH Tahun 2019 disesuaikan dengan beban kebutuhan keluarga pada aspek kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan sosial.

Jumlah bantuan yang diterima KPM bervariasi tergantung komponen yang dimiliki dengan pembatasan maksimal untuk 4 orang per keluarga. Indeks bantuan sosial PKH Tahun 2019 secara rinci adalah Bantuan Tetap Setiap Keluarga/Tahun (diterima 1x pada Tahap I) yakni untuk PKH regular Rp550.000 dan untuk PKH Akses Rp1.000.000.

Kemudian Bantuan Komponen Setiap Jiwa/Tahun (maksimal empat orang setiap keluarga). Untuk ibu hamil Rp 2.400.000, anak usia dini (0-6 tahun) Rp 2.400.000, anak SD/sederajat Rp 900.000, anak SMP/sederajat Rp 1.500.000, anak SMA/sederajat Rp 2.000.000, lanjut usia 60 Tahun ke atas Rp 2.400.000 dan penyandang disabilitas berat Rp 2.400.000.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA