Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Baca Sumpah Pemilu, FUI: Salah Pilih, Habislah Umat Islam

Jumat 01 Mar 2019 17:05 WIB

Rep: Dian Erika Nugraheny/ Red: Nashih Nashrullah

Ratusan peserta aksi putihkan KPU dari FUI tiba di depan Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (1/3). Selain FUI, Gerakan Bela Indonesia juga menggelar aksi di tempat yang sama  dengan mengusung jargon 'Aksi KPU bebas Intimidasi'.

Ratusan peserta aksi putihkan KPU dari FUI tiba di depan Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (1/3). Selain FUI, Gerakan Bela Indonesia juga menggelar aksi di tempat yang sama dengan mengusung jargon 'Aksi KPU bebas Intimidasi'.

Foto: Republika/Dian Erika N
Sumpah tersebut dibacakan langsung Muhammad Al Khaththath.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Sekretaris Jenderal (Sekjen) Forum Umat Islam (FUI), Muhammad Al Khaththath, membacakan sumpah umat Islam dalam aksi apel siaga pemilu di depan Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (1/3).

Baca Juga

Dirinya juga menyampaikan agar umat Islam tidak salah memilih pemimpin dalam Pemilu 17 April nanti.  

"Tanggal 17 April 2019 adalah hari penentuan umat Islam Indonesia, yang menentukan ada atau tidaknya umat Islam di Indonesia. Salah pilih pemimpin, habislah umat Islam. Oleh karena itu jangan sampai salah pilih pemimpin," ujar Al Khaththath di atas mobil komando.  

Dia melanjutkan, FUI yakin bahwa 17 April akan menjadi hari kemenangan umat Islam. Namun, dia pun mengingatkan jika potensi kemenangan itu bisa diserobot.  

Menurut dia, aksi FUI pada Jumat, merupakan salah satu bentuk menjaga agar potensi kemenangan umat Islam tidak disabotase.

"Mengapa kita ke KPU ? Supaya menjaga agar kemenangan kita tidak diserobot sama orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Kita minta KPU, Bawaslu, aparat keamanan dan peserta pemilu membersihkan hatinya agar mampu mewujudkan pemilu yang bersih, jujur, adil dan tanpa kecurangan," tegas dia.  

Al Khaththath kemudian mengkomando peserta aksi untuk ikut membaca sumpah umat Islam untuk Pemilu 2019. 

Dia menuturkan sumpah ini dalam rangka perjuangan menjaga kemenangan umat Islam.    

"Ikuti teks sumpah yang saya bacakan. Jangan sampai ada yang tidak mengikuti.  Yang tidak mengikutikuti ada niat curang. Bismillahirrahmanirrahim..," katanya memulai pembacaan sumpah. 

 

Berikut isi sumpah umat Islam untuk Pemilu 2019 : 

Bismillahirrahmanirrahim...

Kami peserta apel siaga umat, untuk pemilu bersih, jujur, adil tanpa kecurangan di depan Kantor KPU RI, di Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, menyatakan...

Bahwa demi Allah SWT yang maha agung kami bersumpah 

1. Kami umat Islam Indonesia siap mengikuti agenda pemilu pada Rabu 17 April 2019 dengan kesadaran penuh bahwa memilih pemimpin dan wakil rakyat adalah kewajiban agama, sesuai fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) 2009 tentang memilih pemimpin dalam pemilu. 

2. Kami siap mensukseskan terwujudnya pemilu bersih, jujur, adil, dan tanpa kecurangan sebab bagi kami mewujudkan hal tersebut adalah wajib menurut agama seperti wajibnya memilih pemimpin umat Islam dan wakil rakyat yang beriman, bertakwa, jujur, amanah, aktif, aspiratif, dan punya kemampuan serta memperjuangkan kepentingan umat Islam sesuai fatwa MUI 2009 itu. 

3. Kami menolak segala bentuk kecuranhan dalam pelaksanaan pemilu. Karena bagi kami, pelaksanaan pemilu yang tidak bersih, tidka jujur, tidak adil dan penuh kecurangan hukumnya haram. Sebagaimana haramnya bagi umat Islam memilih pemimpin yang tidak beriman, tidak bertakwa, tidak jujur tidak amanah, tidak aspiratif, tidak punya kemampuan dan tidak memperjuangkan kepentingan umat Islam. 

4. Kami bertekad untuk bergerak dari pintu ke pintu, di tengah-tengah umat guna membangun kesadaran politik umat Islam. Dan agar mensukseskan pilpres dan pileg 17 April 2019. Serta berpartisipasi dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan. Dimulai dengan melaksanakan 'Subuh Akbar Indonesia' di semua masjid dan mushala dari Sabang sampai Merauke dan memutihkan semua TPS pada hari pencoblosan tersebut dari pagi hingga sore dengan mewujudkan spirit pemilu bersih, jujur, adil dan tanpa kecurangan.  

5. Kami bertekad terus mengajak semua peserta, penyelenggara dan pengawas pemilu dan aparat agar sungguh-sunghuh mewujudkan pemilu bersih jujur, adil, tanpa kecurangan agar terwujud kepemimpinan nasional yang kuat dan berwibawa dan wakil rakyat yang amanah dalam rangka mewujudkan NKRI yang berkah dan amanah. 

Semoga Allah SWT jadi saksi atas sumpah yang kami ucapkan dan semoga Allah memberikan pertolongan dan kemenangan bagi umat Islam.. Alhamdulillah. 

Atas nama peserta aksi. 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA