Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Jokowi Bantah Kartu Prakerja Buat Gaji Pengangguran

Ahad 10 Mar 2019 23:00 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Indira Rezkisari

Festival Indonesia Satu. Capres Nomer 01 Joko Widodo bedialog dengan peserta millenial saat menyampaikan paparan saat Fesrival Indonesia Satu di Istora Senayan, Jakarta, Ahad (10/3/2019).

Festival Indonesia Satu. Capres Nomer 01 Joko Widodo bedialog dengan peserta millenial saat menyampaikan paparan saat Fesrival Indonesia Satu di Istora Senayan, Jakarta, Ahad (10/3/2019).

Foto: Republika/ Wihdan
Kartu Prakerja bertujuan agar generasi muda mengambil peluang ke dunia industri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon Presiden Joko Widodo membantah isu yang menyatakan kartu prakerja hanya untuk menggaji kelompok pengangguran. Hal itu disampaikannya saat mengisi pidato dalam Festival Indonesia Satu di Gedung Istora Senayan pada Ahad, (10/3).

Jokowi pertama kali melontarkan wacana kartu prakerja saat berpidato di Sentul beberapa waktu lalu. Kartu itu menyusul kartu lainnya yang sudah ada seperti KIP dan KIS.

"Yang pegang ini (kartu prakerja) dipacu cepat kerja. Bukan kasih gaji ke yang nganggur. Isu itu harus bisa dijawab," katanya.

Ia menyampaikan tujuan kartu itu agar generasi muda mengambil peluang ke dunia industri. Targetnya kartu akan diterima oleh lulusan SMA, SMK, akademi dan perguruan tinggi. Para pemegang kartu akan memperoleh pelatihan sebelum masuk dunia kerja.

"Yang ingin ke dunia kerja ada pelatihan dulu. Baik di dalam atau luar negeri. Setelah pegang ini, keluar dari pelatihan belum kerja akan ada insentif honor. Tapi hanya dalam kurun waktu tertentu. Enam bulan sampai satu tahun," jelasnya.

Politikus PDIP itu memperkirakan jumlah penerima kartu tersebut mencapai jutaan orang. Ia optimistis pemberlakuan kartu prakerja tak akan membebani anggaran negara. Nantinya pelaksanaan kartu prakerja juga bakal melewati evaluasi guna melihat efektivitasnya.

"Ini kan jumlahnya di APBN tertentu. Jumlahnya tertentu juga, tapi yang jelas jutaan bukan ratusan ribu tapi jutaan (penerimanya). Ini yang gede itu," ungkapnya.



Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA