Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Bupati Serang: Kiai Maruf Putra Terbaik Banten

Kamis 14 Mar 2019 23:10 WIB

Red: Esthi Maharani

KH Ma'ruf Amin tengah membaca kitab.

KH Ma'ruf Amin tengah membaca kitab.

Foto: Dok Istimewa
sudah selayaknya masyarakat Banten mendukung putra terbaiknya

REPUBLIKA.CO.ID, SERANG -- Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menyambut kehadiran Calon Wakil Presiden (Capres) nomor urut 01, KH. Ma'ruf Amin dalam acara Haul Sultan Ageng Tirtayasa yang ke-327 di Kecamatan Tirtayasa, Serang, Banten, Kamis (14/3) malam.

Dalam sambutannya, Ratu Tatu menegaskan bahwa Kiai Ma'ruf merupakan putra terbaik Banten, sehingga sudah selayaknya masyarakat Banten mendukung putra terbaiknya pada Pilpres 2019.

"Ini rumah Abah (Kiai Ma'ruf) sendiri. Abah Yai salah satu putra terbaik di Serang dan Banten. Kami semua sangat bangga," ujar Ratu Tatu saat sambutan di hadapan ribuan masyarakat Banten yang menghadiri haul tersebut.

Ratu Tatu hadir dalam acara tersebut sebagai Ketua DPD Partai Golkar. Sebagai kader partai pengusung pasangan calon Jokowi-Ma'ruf, Ratu Tatu merasa memiliki kewajiban untuk mengajak masyarakat Serang untuk memenangkan Kiai Ma'ruf.

"Semoga apa yang menjadi cita-cita kita semua mendapat ridha dari Allah. Diberikan kemudahan," kata Ratu Tatu.

Sementara itu, Kiai Ma'ruf dalam sambutannya mengenang perjuangannya saat merintis peringatan Haul Sultan Ageng Tirtayasa pada tahun 1993 silam. Menurut Kiai Ma'ruf, saat itu cuaca sedang hujan.

"Saya mengawali peringatan Haul Sultan Tirtayasa itu pada tahun 1993. Waktu itu kondisi hujan, jadi hujan-hujanan," kata Ma'ruf Amin.

Dia mengaku sudah hampir lupa bahwa dirinya turut merintis peirngatan haul Sultan Ageng Tirtayasa. Menurut Kiai Ma'ruf, peringatan Haul Sultan Ageng Tirtayasa dirintisnya untuk menghidupkan kembali semangat Sultan Banten ke-6 itu.

"Kita memang mau menghidupkan semangat Sultan Tirtayasa sebagai pahlawan nasional yang telah berjuang susah payah mengorbankan jiwa untuk membebaskan bangsa dari penjajah Belanda," jelas Pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi Tanara Banten ini.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA