Friday, 14 Sya'ban 1440 / 19 April 2019

Friday, 14 Sya'ban 1440 / 19 April 2019

Kiai Maruf Kutuk Keras Teror di Masjid Christchurch

Jumat 15 Mar 2019 17:03 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Nashih Nashrullah

Proses evakuasi korban penembakan di masjid Christchurch, Selandia Baru

Proses evakuasi korban penembakan di masjid Christchurch, Selandia Baru

Foto: EPA
Ma'ruf Amin meminta pemerintah menelusuri keberadaan WNI di sana.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon Wakil Presiden nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin merasa syok dengan insiden penembakan terhadap umat Islam di dua masjid di Selandia Baru. 

Kiai Ma'ruf mengutuk pelaku penembakan yang ingin merusak tatanan kemanusiaan tersebut.   

Baca Juga

"Saya kira Selandia Baru itu kita betul-betul kaget, masih ada upaya merusak tatanan kemanusiaan. Orang lagi shalat kok ditembak. Saya mengutuk perbuatan itu," ujar Kiai Ma'ruf di kediamannya, Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (15/3).

Karena itu, menurut dia, masyarakat Indonesia juga harus tetap waspada terhadap munculnya kelompok-kelompok teroris. 

Dia pun meminta kepada pemerintah untuk mencari tahu adanya informasi warga negara Indonesia (WNI) yang diduga turut menjadi korban.

"Saya dengar di sana ada WNI, supaya pemerintah mengusut dan berusaha mencari tahu bagaimana nasib WNI itu tadi. Jadi kita akan perintah wajib melindungi WNI kita siapapun dia di luar negeri. Itu harus kita tahu, saya kira itu," kata Ketua Umum MUI ini. 

Kiai Ma'ruf menambahkan, ke depannya pemerintah harus terus melakukan penangkalan terhadap paham-paham terorisme di Indonesia, serta melakukan upaya deradikalisasi.  

"Melakukan upaya deradikalisasi supaya mereka bisa kita kembalikan mereka yang terpapar, kemudian melakukan tindakan-tindakan terhadap langkah-langkah terorisme, seperti kemarin di Sibolga dan Pekanbaru juga," kata Mantan Rais Aam PBNU ini. 

Sebelumnya, pelaku penembakan mengerikan di masjid Al Noor di Linewood, Christchurch, Selandia Baru merekam aksinya layaknya membuat vlog saat hendak menyerang jamaah yang sedang  melakukan shalat Jumat pada Jumat (15/3) pukul 13.40 waktu setempat. 

Rekaman berdurasi 17 menit oleh pria bersenjata itu diunggah olehnya di media sosial. 

Pelaku penembakkan diyakini adalah Brenton Tarrant, seorang pria kulit putih kelahiran Australia berusia 28 tahun. Akun Twitter atas nama Brenton Tarrant diketahui telah dinonaktifkan oleh Twitter.

 

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA