Kamis, 18 Safar 1441 / 17 Oktober 2019

Kamis, 18 Safar 1441 / 17 Oktober 2019

Kiai Ma'ruf Bingung Bagaimana Caranya Lepas Gelar Ulama

Sabtu 16 Mar 2019 06:47 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Muhammad Hafil

Calon Wakil Presiden nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin menghadiri acara istighatsah dan doa bersama dengan para ulama, kiai, dan santri se-Kota Depok di Masjid Syekh Maulana Yusuf, Mekarjaya, Depok, Sabtu (12/1).

Calon Wakil Presiden nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin menghadiri acara istighatsah dan doa bersama dengan para ulama, kiai, dan santri se-Kota Depok di Masjid Syekh Maulana Yusuf, Mekarjaya, Depok, Sabtu (12/1).

Foto: Republika/Rusdy Nurdiansyah
Kiai Ma'ruf mengaku sulit melepas label ulama yang disematkan kepadanya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon wakil presiden (cawapres) KH Ma'ruf Amin mengaku bingung dengan adanya permintaan melepas gelar ulama. Dia mengaku kesulitan akan bagaimana caranya melepas label ulama yang disematkan kepada dirinya itu.

"Wah, ulama kok dilepas. Itu mah ngga bisa nempel saja itu mah, gimana sih," kata Kiai Ma'ruf di Jakarta, Jumat (15/3).

Mustasyar Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) itu mengaku tidak tahu bagaimana caranya melepas gelar ulama yang dimilikinya itu. Dia mengatakan, gelar yang dia dapatkan sama dengan label yang dimiliki dengan para pengusaha hingga politikus.

"Jadi yang pengusaha nggak bisa juga, politisi nempel juga, ulama nempel juga. Apanya yang dilepas. Gimana sih," katanya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN KIK) Abdul Kadir Karding heran atas permintaan agar Kiai Ma'ruf Amin untuk melepas gelar ulamanya. Dia mengatakan, ulama merupakan gelar yang diberikan rakyat dan berasal dari umat.

Karding mengatakan, label ulama yang didapatkan Kiai Ma'ruf merupakan gelar yang tidak terpisahkan dengan perilakunya. Dia melanjutkan, ketokohan Ma'ruf itu juga menjadi alasan mantan Rais Aam PBNU itu disematkan gelar ulama.

Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengatakan, sulit untuk melepaskan gelar ulama yang didapatkan oleh Ma'ruf Amin. Gelar tersebut, dia melanjutkan, bukan barang tempelan karena menyangkut kealiman hingga pemahaman ilmu keagamaan.

Pelepasan gelar ulama diminta jelang perhelatan debat ketiga. Pertarungan cawapres sandiaga kontra Ma'ruf dinilai tidak akan imbang jika Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu tidak melepaskan atribut ulama yang melekat pada dirinya.

Tantangan pelepasan gelar ulama Ma'ruf Amin datang dari Pengamat politik Lembaga Survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (Kedai Kopi) Hendri Satrio. Dia meminta, Maruf mau 'menanggalkan' keulamaannya dengan menegaskan bahwa dirinya merupakan cawapres.

Hendri melihat jika Kiai Maruf belum melepaskan atribut keulamaannya tersebut maka yang ada apa yang dikatakan Sandiaga selalu dianggap salah. Hal itu berbeda jika debat berlangsung antara sesama politikus.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA