Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

Pengamat: OTT Romi tak Kuat Pengaruhi Elektabilitas Jokowi

Ahad 17 Mar 2019 04:42 WIB

Rep: Mimi Kartika/ Red: Andri Saubani

Ketum PPP Romahurmuziy mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Sabtu (16/3/2019).

Ketum PPP Romahurmuziy mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Sabtu (16/3/2019).

Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Sosok Romi di kubu Jokowi-Maruf dinilai tidak terlalu dominan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno menilai penetapan M Romahurmuziy sebagai tersangka tak akan terlalu mempengaruhi elektabilitas pasangan Joko Widodo-KH Maruf Amin di Pilpres 2019. Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu telah ditetapkan menjadi tersangka dugaan kasus suap beli jabatan di Kementerian Agama, Sabtu (16/3).

"Iya muncullah persepsi negatif gitu ya tetapi tidak terlampau cukup kuat karena kan kalau mau jujur Romi ini enggak terlampau dominan kan di 01," ujar Adi saat dihubungi Republika.co.id, Sabtu (16/3).

Menurut dia, persoalan korupsi yang melibatkan Romi tak ada kaitannya dengan pasangan capres cawapres nomor urut 01 itu. Adi mengatakan, kasus korupsi Romi merupakan permasalahan pribadi.

Justru, ia melanjutkan, yang muncul ke publik ialah persepsi ketegasan Jokowi dalam memberantas korupsi tak pandang bulu. Mengingat, posisi PPP merupakan partai koalisi pasangan 01 dalam pilpres.

"Justru yang muncul ke publik itu Jokowi hebat karena di zaman Jokowi ini hukum enggak tajam ke bawah tapi tajam ke siapa saja," kata Adi.

Ia menuturkan, selama ini Jokowi dituduh melakukan intervensi politik maupun tebang pilih dalam penindakan hukum. Menurutnya, secara tidak langsung hal itu dapat terbantahkan pascapenetapan Romi sebagai tersangka kasus dugaaan korupsi.

Peneliti senior Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA Adjie Al Faraby  juga mengatakan, kasus Romi tidak berhubungan dengan Jokowi. Sebab, menurut dia, tak berkaitan dengan pencapresan maupun kebijakan Jokowi sebagai presiden.

"Enggak ada sangkut pautnya dengan Jokowi jadi kan clear bahwa ini masalah personal ya jadi enggak ada impact ke Pak Jokowi dengan kasus ini," kata Adjie.

Menurutnya, tak ada juga imbas negatif maupun positif terhadap elektabilitas capres Jokowi. Ia mengatakan, kasus yang dijalani Romi dari PPP ini tak akan berpengaruh pada pasangan Jokowi-Maruf.

"Jokowi enggak mendapat, enggak ber-impact negatif ke Jokowi juga enggak ber-impact positif ke Jokowi, kasusnya biasa saja ya (terhadap elektabilitas)," kata dia.

Sebelumnya, KPK menetapkan Romi sebagai tersangka kasus suap beli jabatan di Kemenag. Romi ditetapkan tersangka bersama dua orang lainnya.

Penetapan tersangka dilakukan setelah operasi tangkap tangan di Jawa Timur pada Jumat (15/3) pagi. "Setelah pemeriksaan awal, KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan serta menetapkan tiga orang tersangka," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di Gedung KPK Jakarta, Sabtu (16/3).

Dua tersangka lainnya ialah Muhammad Muafaq Wirahadi, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik dan Haris Hasanuddin, Kepala Kantor WiIayah Kemenag Provinsi Jawa Timur. Keduanya diduga sebagai pemberi.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA