Minggu, 21 Safar 1441 / 20 Oktober 2019

Minggu, 21 Safar 1441 / 20 Oktober 2019

Kiai Maruf: Tiga Kartu untuk Perbesar Kemaslahatan Umat

Ahad 17 Mar 2019 21:21 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Ratna Puspita

Debat Cawapres. Cawapres no 01 KH Ma'ruf Amin bersalaman dengan Ketua KPU RI Arief Budiman dan Cawapres No 02 Sandiaga Uno saat debat Cawapres Pilpres 2019 di Jakarta, Ahad (17/3).

Debat Cawapres. Cawapres no 01 KH Ma'ruf Amin bersalaman dengan Ketua KPU RI Arief Budiman dan Cawapres No 02 Sandiaga Uno saat debat Cawapres Pilpres 2019 di Jakarta, Ahad (17/3).

Foto: Republika/Prayogi
Ketiga kartu tersebut, yaitu kartu kuliah, kartu sembako murah, dan kartu prakerja.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin, berjanji untuk mengeluarkan tiga kartu baru untuk meningkatan kemaslahatan masyarakat. Ketiga kartu tersebut, yaitu kartu kuliah, kartu sembako murah, dan kartu prakerja.

Kiai Ma'ruf mengatakan, pihaknya bertekad untuk memperbesar manfaat dan maslahat program yang telah dilakukan dalam pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla."Karena itu kami akan mengeluarkan tiga kartu. Kartu kuliah, kartu sembako murah, kartu pra kerja. Ini kartu yang akan dikeluarkan itu," ujar Kiai Ma'ruf saat menyampaikan visi dan misi dalam debat ketiga Pilpres 201o yang digelar di Hotel Sultan Jakarta, Ahad (17/3) malam. 

Menurut Kiai Ma'ruf, kartu luliah penting untuk bisa membuat anak-anak bisa menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi. Kemudian, kartu sembako murah agar ibu-ibu bisa berbelanja dengan murah, dan kartu pra kerja untuk memudahkan masyarakat mendapat kerja. 

"Kenapa? karena pemerintah telah menyediakan tempat latihan dan tempat kursus secara gratis," ucap ketua umum MUI ini.

Dalam visi misinya, Kiai Ma'ruf juga menegaskan bangsa ini harus dibangun dengan akhlak mulia sesuai dengan hadis nabi. Karena itu, Kiai Ma'ruf siap untuk membangun bangsa ini bersama Presiden Joko Widodo. 

"Karena itu, yang terakhir kami Jokowi-Ma'ruf siap mengemban amanah untuk memimpin bangsa ini menuju Indonesia maju," kata mantan rais aam PBNU ini.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA