Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Kiai Maruf akan Optimalkan Strategi Memajukan Kebudayaan

Senin 18 Mar 2019 03:03 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Bayu Hermawan

Cawapres No 01 KH Ma'ruf Amin saat mengikuti debat Cawapres Pilpres 2019 di Jakarta, Ahad (17/3).

Cawapres No 01 KH Ma'ruf Amin saat mengikuti debat Cawapres Pilpres 2019 di Jakarta, Ahad (17/3).

Foto: Republika/Prayogi
Kiai Maruf mengatakan Indonesia sudah mempunyai strategi memajukan kebudayaan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hampir sepanjang usia Republik ini, kebudayaan dinilai belum menjadi haluan pembangunan nasional. Kebijakan kebudayaan, baik dalam anggaran maupun program masih terpinggirkan. Bahkan, pembangunan infrastruktur kebudayaan dinilai masih minim.

Calon Wakil Presiden nomor urut 01, KH. Maruf Amin mengatakan bahwa bangsa ini sejatinya sudah mempunyai strategi untuk memajukan kebudayaan Indonesia. Karena itu, kedepannya pihaknya akan mengoptimalkan strategi tersebut. 

"Kita bersyukur bangsa kita punya strategi untuk kemajuan kebudayaan. Oleh Karena itu, strategi ini akan tetap kita optimalkan, supaya kebudayaan kita tidak mengalami diskontinuitas dan disorientasi," ujar Kiai Maruf dalam debat ketiga Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Ahad (17/3) malam.

Kiai Maruf mengatakan, kedepannya dirinya dan Jokowi akan terus melakukan upaya-upaya untuk melestarikan budaya. Bahkan, kata dia, pihaknya juga akan melakukan globalisasi budaya Indonesia ke dunia luar, sehingga bisa lebih terkenal dan berkembang.

Selain itu, pihaknya juga akan menyiapkan anggaran untuk pembangunan di bidang kebudayaan. Bahkan, Kiai Maruf akan menyiapkan dana abadi kebudayaan untuk membuat kebudayaan Indonesia lebih berkembang.

"Kita akan menyiapkan dana abadi kebudayaan supaya kebudayaan ini makin berkembang, di samping dana abadi pendidikan, dana abadi riset, sehingga kebudayaan makin berkembang," ujarnya.

Kiai Ma'ruf menambahkan, untuk mengembangkan kebudayaan Indonesia pihaknya juga akan mendorong melalui Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). "Dan kebudayaan ini juga kita dorong untuk juga bisa mengembangkan kebudayaan kita melalui ekonomi kreatif," jelasnya.



Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA