Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Tokoh PPP Tanggapi Penangkapan Romy

Senin 18 Mar 2019 23:43 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Ratna Puspita

OTT KPK. Ketum PPP Romahurmuziy mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di KPK, Jakarta, Sabtu (16/3/2019).

OTT KPK. Ketum PPP Romahurmuziy mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di KPK, Jakarta, Sabtu (16/3/2019).

Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Penangkapan Romy memunculkan harapan baru bagi PPP, yakni kemungkinan islah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tokoh PPP Syukri Fadholi merasa prihatin atas tertangkapnya ketua umum mereka, Romahurmuziy, dalam kasus jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag). Bagaimanapun juga, kasus ini telah merusak citra dan moral PPP sebagai partai Islam sekaligus menciderai Kemenag. 

"Dia (Romy) akan merusak moral partai Islam juga institusi Departemen Agama ke depannya," ujar Syukri saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (18/3).

Kendati demikian, ia mengatakan, penangkapan Romy memunculkan harapan baru bagi PPP. Setidaknya, Syukri mengatakan, memudahkan bagi internal partai untuk melakukan perbaikan secara menyeluruh. 

Perbaikan tersebut baik menyatukan kembali PPP atau meluruskan langkah dan kebijakan PPP yang sesuai dengan asas juga khittah perjuangan partai. Kendati demikian, Syukri mengatakan, langkah ini tidak bakal mudah dilakukan.

"Ketika rezim saat ini masih berkuasa maka masih sulit untuk melakukan perbaikan-perbaikan maupun menyatukan PPP.  Sebab selama ini PPP tetap digunakan sebagai alat kekuasaan," kata Syukri.

Syukri mengatakan islah bisa terjadi jika pelaksana tugas saat ini menggelar Muktamar luar biasa tanpa kedua kubu yang berseteru. Apalagi, dalam beberapa hasil survei elektabilitas partai berlambang ka'bah saat ini mengkhawatirkan.

KPK telah menetapkan tiga tersangka, yaitu diduga sebagai penerima anggota DPR periode 2014-2019 Romahurmuziy. Sedangkan diduga sebagai pemberi, yaitu Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin.

Muhammad Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanuddin diduga telah menyuap Romi untuk mengurus proses lolos seleksi jabatan di Kemenag. Muhammad Muafaq mendaftar untuk posisi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik. Sedangkan Haris, mendaftar sebagai Kakanwil Kemenag Provinsi Jatim. Pada Jumat (15/3) pagi, ketiganya terjaring dalam sebuah operasi tangkap tangan (OTT) di Surabaya, Jawa Timur.

Selain itu, dalam beberapa tahun terakhir Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menjadi partai yang akrab dengan konflik internal. Konflik internal tersebut, yakni adanya dualisme.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA