Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Hasto: Pemimpin Itu Dilihat dari Karakter, Bukan Fisik

Selasa 19 Mar 2019 11:36 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Teguh Firmansyah

Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto.

Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto.

Foto: Republika/Arif Satrio Nugroho
Hasto menilai pemimpin itu persoalan tanggung jawab bagi bangsa dan negara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menekankan pentingnya karakter dan rekam jejak pemimpin.  Menurutnya, karakter baik dari pemimpin yang dijiwai oleh rohani sehat akan melahirkan pikiran dan keputusan politik jernih untuk rakyat, bangsa dan negara.

"Tubuh dan jiwa merupakan satu kesatuan. Jiwa yang tidak sehat, ciptakan kata-kata dan perilaku yang tidak sehat. Dengan demikian rekam jejak pemimpin akan menggambarkan karakter dasar pemimpin itu. karakter inilah yang seharusnya dilihat," katra Hasto dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (19/3).

Hasto mengatakan, PDIP menanggapi serius ketika ada yang mencoba menggeser persoalan dasar pemimpin itu hanya pada keterampilan bicara. Menurut Sekretaris Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN KIK) ini, kepemimpinan tidak diukur melalui tampilan serta ketampanan fisik. "Rekam jejak pemimpin dalam karakter itu bisa dilihat dari kearifan, kebijaksanaan, berpikir positif, bertindak positif," katanya lagi.

Disaat yang bersamaan, dia menanggapi fitnah Anti Islam, LGBT, PKI, asing-aseng, penghapusan pelajaran agama dan hoaks adzan yang diarahkan ke calon presiden Jokowi-Ma'ruf.

Hasto mengatakan, fitnah itu sekaligus membuktikan pasangan calon (paslon) 01 berkarakter lebih Islami, merakyat, nasionalis, bersemangat hubbul wathan minal iman, dan lebih memiliki karakter yang baik, serta tidak emosional.  "Mereka yang memfitnah LGBT, jangan-jangan hanya untuk menutupi kelemahan sendiri dan waktulah yang akan membuktikan," katanya.

Hasto mengatakan, urusan bangsa dan negara memerlukan watak dan jati diri yang bersumber dari kebaikan. Karena itu, pemimpin bukan persoalan six body pack.
Pemimpin itu persoalan tanggung jawab bagi bangsa dan negara agar Indonesia berkehidupan aman, tenteram, makmur dan mengalir kebaikan sejati untuk kemaslahatan rakyat.

Sebelumnya, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-sandiaga Uno sempat menyinggung perihal fisik kedua kandidat capres-cawapres. BPN mengatakan, masyarakat tentu akan memilih pasangan calon yang fisiknya lebih tampan.

Menurut BPN, pemilih pemula juga pasti memilih dengan cara yang mudah dimana salah satu kriterianya dengan membandingkan fisik paslon. BPN menilai wajar perbandingan fisik yang dilakukan para pemilih muda itu nantinya.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA