Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Erwin Aksa: Pengusaha Berharap Pemimpinnya Ngerti Ekonomi

Selasa 19 Mar 2019 13:59 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Ratna Puspita

Erwin Aksa

Erwin Aksa

Foto: Republika
Erwin Aksa menjelaskan alasannya mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Politikus Partai Golkar Erwin Aksa menjelaskan alasannya mendukung pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Ia mengatakan, pengusaha di Indonesia membutuhkan pemimpin yang mengerti perekonomian, sedangkan Sandiaga berlatar belakang pengusaha.

Baca Juga

"Pengusaha berharap pemimpinnya ngerti masalah ekonomi dan bisa memahami kondisi dunia usaha. Apalagi di tengah ketidakpastian global dibutuhkan pemimpin yang bisa memberikan jalan keluar terbaik," kata keponakan dari Wakil Presiden Jusuf Kalla itu saat dihubungi melalui pesan singkat, Selasa (19/3).

Tidak hanya sebatas dukungan, Erwin juga berencana menghadiri acara "Silaturrahim 1000 Nasional Lintas Sektoral Untuk Indonesia Menang". Acara yang diselenggarakan oleh Aliansi Pengusaha Nasional di Djakarra Theater, Jakarta, pada Kamis (21/3) itu berafiliasi pada pasangan Prabowo-Sandiaga. 

Erwin juga memberikan pembelaan saat program gagasan Sandiaga OK OCE di DKI Jakarta dianggap gagal dan tidak berkembang. Menurut dia, OK OCE adalah program yang harus berkesinambungan dan program ini untuk mendorong entrepreneurship di Jakarta.

Sebab, banyak perusahaaan melakukan pengurangan karyawan sehingga karyawan tersebut pindah menjadi driver ojek daring atau membuka usaha. Ia menambahkan, kehadiran OK OCE meningkatkan semangat entrepreneurship di kalangan anak muda.

Dalam hal, kata Erwin, pelatihan pendampingan dan magang menjadi kuncinya. "Program mendorong UKM (usaha kecil dan menengah) tidak bisa diukur dalam jangka pendek harus tapi berkesinambungan dan sistematis," tutur Erwin Aksa.

Kemudian, lanjut Erwin, kalau data BPS mengatakan, tingkat pengangguran di Jakarta meningkat itu lebih disebabkan banyak usaha secara nasional tidak melakukan ekspansi dan bahkan mengurangi karyawannya. "Perlu diketahui banyak kantor pusat perusahaan yang beroperasi di daerah lain itu di Jakarta," ujarnya. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA