Selasa, 20 Zulqaidah 1440 / 23 Juli 2019

Selasa, 20 Zulqaidah 1440 / 23 Juli 2019

Rapat Paripurna Sepi, Bamsoet Bantah Anggota DPR Malas

Rabu 20 Mar 2019 11:58 WIB

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Andri Saubani

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo, Jakarta, Kamis (31/1).

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo, Jakarta, Kamis (31/1).

Foto: Republika/Arif Satrio Nugroho
Rapat Paripurna pada Selasa (19/3) hanya dihadiri 24 anggota DPR.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengaku siap disalahkan atas sepinya rapat paripurna yang digelar DPR RI pada Selasa (19/3) kemarin. Dari daftar hadir yang berjumlah 293 orang, hanya 24 anggota yang hadir.

Bamsoet pun membela anggotanya atas tudingan bahwa sepinya rapat karena anggota DPR malas. Ia menyebut, para anggota rajin bekerja di daerah pemilihan masing - masing.

Di samping itu, rapat paripurna pada 19 Maret 2019 ini pun kata Bamsoet memang diadalan di luar jadwal. Sehingga, banyak anggota yang masih berada di daerah.

"Tidak malas, mereka rajin mereka bekerja di daerah yang rapat tetap berjalan, kemarin memang pengambilan keputusan diluar schedule kita paripurna, karena kita baru menyadari tanggal 31 itu kan batas akhir jabatan hakim MA, sehingga kita Langsung mengadakan Paripurna harusnya jadwalnya tanggal 28 Maret 2019," kata dia, Rabu (20/3).

"Kalau ada yang ingin disalahkan saya yang salah. Karena srgaian besar mereka sudah izin kepada saya, karena saya sudah beri izin," ujar pria yang akrab disapa Bamsoet itu.

Bamsoet berdalih, para anggota sedang berada di daerah untuk melaksanakan tugas negara. Para anggota yang berada di daerah menyosialisasikan pemilu yang meliputi pilpres dan pileg.

"Jadi tidak ada alsan bagi saya untuk melarang mereka meninggalkan daerahnya untuk kembali ke Jakarta, dan saya izinkan mereka terus bekerja untuk kepentingan negara," ujar politikus Golkar itu.

Bamsoet mengatakan, apa yang dilakukan para anggota DPR di daerah adalah kerja Politik. Sehingga, menurut dia, jika ada anggota DPR RI yang malas berangkat ke daerah, justru mereka yang harus dikritik. Karena, kata Bamsoet, anggota DPR diperlukan untuk menyerap aspirasi warga sesuai daerah pemilihan mereka.

"Saya izinkan, jadi kalau ada yang ingin dipersalahkan, saya yang salah," kata Bamsoet menegaskan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA