Thursday, 17 Syawwal 1440 / 20 June 2019

Thursday, 17 Syawwal 1440 / 20 June 2019

Ini yang Buat TKN Yakin Jokowi-Ma'ruf akan Menang Telak

Kamis 21 Mar 2019 15:57 WIB

Rep: Mabruroh/ Red: Muhammad Hafil

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, Abdul Kadir Karding

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, Abdul Kadir Karding

Foto: Republika TV/Surya Dinata
TKN meyakini Jokowi-Ma'ruf ungguli Prabowo-Sandi.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA — Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin yakin pasangan nomor urut 01 menang telak dalam pemilhan presiden (pilpres) 2019 ini. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua TKN, Abdul Kadir Karding menjawab perihal menurunnya Elektabilitas Jokowi menurut hasil survei Litbang Kompas.

Baca Juga

Menurut Karding, hampir di setiap lembaga survei nasional elektabilitas Jokowi unggul. Di salah satu lembaga survei, kata Karding, elektabilitas Jokowi di angka 55 persen sampai 56 persen, sedangkan Prabowo hanya meraup suara di angka tiga koma sekian persen.

“Jadi hampir seluruh survei itu memberikan hasil yang rata-rata elektabilitas terhadap Pak Jokowi tinggi, misalnya Pak Jokowi 55-56 persen, Prabowo-Sandi di angka 30-an, kepuasannya sampai 70 bahkan hampir rata-rata seluruh surveiyer,” kata Karding kepada Republika.co.id, Kamis (21/3).

Karena itu, lanjut dia, ketika ada hasil dari lembaga survei yang berbeda apalagi menyebutkan bahwa Elektabilitas pejawat ini turun, Karding tidak ambil pusing. Kubunya tetap optimistis dalam pemilihan nanti Jokowi-Ma'ruf akan menang telak dari Prabowo-Sandi.

“Oleh karena itu, kita sangat optimis bahwa (Jokowi) akan menang telak dari Pak Prabowo,” kata dia.

Sedangkan, mengenai hasil survei Litbang Kompas sambungnya, memang tidak sesuai dengan target TKN selama ini bahkan mengalami penurunan, sehingga ia pun mengaku perlu mengkaji kembali indikator apa yang digunakan Litbang Kompas sehingga mengeluarkan hasil survei yang berbeda dari kebanyakan lembaga lembaga survei nasional lain.  

“Jadi, mungkin kita perlu mempelajari indikator apa yang dipakai Kompas dalam menentukan elektabilitas tersebut karena kan belum diungkap indikator-indikatornya apa saja,” kata dia.

Dan sekali lagi sambungnya, kalau memang hasil survei dari Litbang Kompas berbeda akan dijadikan sebagai catatan penting bagi TKN. "Taruhlah walaupun berbeda jauh dari umumnya jumhur para surveyor lain anggaplah itu mendekati kebenaran, maka itu menjadi catatan penting bagi kami. Tetapi, hari ini menurut pandangan kami (TKN), semua sudah sesuai rencana bahkan di luar rencana-rencana ekspetasi kita sudah luar biasa," ujarnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA