Wednesday, 20 Zulhijjah 1440 / 21 August 2019

Wednesday, 20 Zulhijjah 1440 / 21 August 2019

Jokowi Datangi Lima Provinsi dalam Sehari

Sabtu 23 Mar 2019 12:30 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Andri Saubani

Capres nomor urut 01 Joko Widodo mengayuh sepeda dari bulevar UGM menuju lokasi deklarasi pendukungnya di Yogyakarta, Sabtu.

Capres nomor urut 01 Joko Widodo mengayuh sepeda dari bulevar UGM menuju lokasi deklarasi pendukungnya di Yogyakarta, Sabtu.

Foto: Sapto Andika Candra/Republika
Kunjungannya kelima daerah tersebut masih dalam statusnya sebagai Presiden RI.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Calon presiden (capres) nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) menceritakan pengalamannya berkunjung ke lima provinsi sekaligus dalam satu hari pada Jumat (22/3) kemarin. Kunjungannya kelima daerah tersebut masih dalam statusnya sebagai Presiden RI.

Jokowi mengisahkan, pada Jumat pagi dirinya masih berangkat dari Istana Bogor yang berada di Provinsi Jawa Barat. Ia dan rombongan kemudian menuju Bandara Halim Perdanakusuma yang lokasinya masuk Provinsi DKI Jakarta.

Jokowi kemudian terbang ke Lombok di Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk meninjau pembangunan rumah tahan gempa dan kelanjutan rekonstruksi permukiman warga pascagempa. Jumat sore, Jokowi terbang ke Bali untuk meresmikan Pasar Badung. Malam harinya, Jokowi melanjutkan terbang ke Jogja untuk melakukan sejumlah kegiatan, seperti berkunjung ke pondok pesantren di Magelang pada Sabtu (23/3) ini.

"Satu hari lima provinsi. Itulah apa yang ingin saya sampaikan, besarnya NKRI. Dan Jogja adalah miniaturnya Indonesia. Saya dididik dan ditempa di Jogja," kata Jokowi, Sabtu (23/3).

Jokowi menekankan bahwa Indonesia adalah negara yang besar dengan beragam kebudayaan, adat, dan bahas. Namun nyaris seluruh keberagaman tersebut punya wakilnya di Yogya, terutama mahasiswa yang melanjutkan studi perguruan tinggi.

"Inilah negara kita Indonesia. Negara ini dianugerahi oleh Allah berbeda beda. Jangan sampai karena urusan politik pilihan gubernur wali kota dan pilpres kita merasa tidak saudara lagi. Jangan sampai begitu," katanya. 

Jokowi menargetkan meraih 70 persen suara di Provinsi DI Yogyakarta dalam Pilpres April 2019 nanti. Jokowi menilai angka ini cukup realistis, melihat capaian perolehan suara pada Pilpres 2014 lalu dirinya bersama Jusuf Kalla hanya bisa meraih 55,8 persen suara. Capres petahana tersebut juga meminta para relawan dan pendukung untuk bekerja lebih militan dalam 24 sisa hari menjelang pemilu untuk menggaet lebih banyak suara.

"Saya tidak ingin berikan target gede-gede. Catatan saya, di tahun 2014 lalu di Jogja itu kita hanya dapat 56 persen. Kita ingin di 2019 kita harus dapat di atas 70 persen. Saya kalau berikan angka realistis," jelas Jokowi dalam Deklarasi Alumni Jogja SATUkan Indonesia di Stadion Kridosono, Sabtu (23/3).

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA