Senin, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

Senin, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

Jokowi Dipanggil 'Pak Kiai' Saat Kunjungan di Magelang

Sabtu 23 Mar 2019 14:20 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Andri Saubani

Capres nomor urut 01 Joko Widodo mengayuh sepeda dari bulevar UGM menuju lokasi deklarasi pendukungnya di Yogyakarta, Sabtu.

Capres nomor urut 01 Joko Widodo mengayuh sepeda dari bulevar UGM menuju lokasi deklarasi pendukungnya di Yogyakarta, Sabtu.

Foto: Sapto Andika Candra/Republika
Jokowi hari ini berdialog di Ponpes Darussalam Timur Watucongol, Magelang.

REPUBLIKA.CO.ID, MAGELANG -- Ada kejadian unik di sela kunjungan kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Ponpes Darussalam Timur Watucongol, Muntilan, Magelang, Jawa Tengah pada Sabtu (23/3) siang ini. Seperti biasa, Presiden menyempatkan diri berdialog dengan warga setempat yang mengacungkan jari untuk maju ke depan.

Pada kesempatan ini, seorang ibu bernama Sugiyati dari Dusun Ploso Wetan dipilih Presiden untuk maju ke depan. Namun bukannya memanggil 'Pak Presiden', Sugiyati yang gugup justru memanggil Jokowi dengan sebutan 'Pak Kiai'.

"20 ribu rupiah sampai 100 ribu Pak Kiai! Eh, Pak Presiden!" ujar Sugiyati diikuti gelak tawa hadirin.

Sebutan tersebut dilontarkan Sugiyati saat menjawab pertanyaan Jokowi tentang keuntungannya berjualan sayuran dalam sehari. Sugiyati memang sempat grogi karena lawan bicaranya adalah orang nomor satu di negeri ini. Karena lokasi acara di Ponpes, jadi wajar saja jika sebutan 'Kiai' terlontar darinya. Meski salah sebut, namun Presiden malah ikut tertawa. Ia tak menyangka dipanggil dengan sebutan Kiai.

"Saya baru dengar sekali ini dipanggil pak kiai. Mungkin saya sudah pantes? Hehe," kata Jokowi.

Sebelumnya Sugiyati menceritakan pengalamannya berjualan sayuran di Pasar Jagalan Magelang. Dirinya mengaku bisa meraup omzet Rp 100 ribu hingga Rp 500 ribu dalam sehari berdagang sayur.

Hanya saja, jumlah tersebut diakuinya belum cukup menutup kebutuhan biaya pendidikan dua putra kembarnya yang kini duduk di bangku kelas XI SMA. Ia berharap, pemerintah ada bantuan pendidikan agar kedua anaknya bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

"Saya nggak bisa membiayai kuliah. Dua-duanya. Katanya dikeluarkan KIP Kuliah?" tanya Sugiyati.

Jokowi lantas memanfaatkan momen ini untuk menjelaskan program KIP Kuliah yang rencananya akan diterbitkan pada 2020 mendatang. Ia menyebutkan, program yang dianggarkan dalam APBN 2020 ini nantinya akan menutup kebutuhan pendidikan tinggi bagi lulusan SMA kurang mampu. Bahkan kesempatan kuliah tidak hanya diberikan di dalam negeri namun juga luar negeri.

"Tapi masih dimulai tahun depan," kata Jokowi.

Dalam silarurahimnya ke Ponpes Darussalam Timur, Jokowi juga mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilih dalam pemilu April nanti, demi menekan angka golput. Jokowi meminta santri dan warga di sekitar ponpes untuk ramai-ramai mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan menggunakan hak pilihnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA