Jumat, 21 Sya'ban 1440 / 26 April 2019

Jumat, 21 Sya'ban 1440 / 26 April 2019

Jokowi: Sehari Lima Provinsi Saya Kunjungi, Sampai Kurus

Sabtu 23 Mar 2019 16:51 WIB

Red: Andri Saubani

Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo (kiri) dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung (kanan) saat meninjau pembangunan rumah rusak berat akibat gempa di Lingkungan Pengempel Indah, Kelurahan Bertais, Mataram, NTB, Jumat (22/3/2019).

Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo (kiri) dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung (kanan) saat meninjau pembangunan rumah rusak berat akibat gempa di Lingkungan Pengempel Indah, Kelurahan Bertais, Mataram, NTB, Jumat (22/3/2019).

Foto: Antara/Ahmad Subaidi
Lima provinsi dikunjungi Jokowi dalam sehari kunjungan kerja pada Kamis (22/3).

REPUBLIKA.CO.ID, MAGELANG -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan bercanda mengatakan, kegiatannya berkeliling lima provinsi dalam satu hari menjadikan tubuhnya kurus. Lima provinsi dikunjungi Jokowi dalam sehari kunjungan kerja pada Kamis (22/3).

"Kemarin saya datang ke lima provinsi, bangun subuh di Istana Bogor, provinsi Jawa Barat, terus ke Jakarta untuk ke (bandara) Halim Perdanakusumah sudah dua provinsi. Ketiga terbang ke Nusa Tenggara Barat sampai ba'da Ashar. Selesai tiga acara terbang ke provinsi Bali dengan kegiatan sore sampai tengah malam lalu tengah malam terbang ke Yogyakarta, berarti sudah lima, langsung tidur. Pindah lima keluarahan saja capai, ini lima provinsi, sampai kurus, tapi yang penting Alhamdulillah sehat," kata Jokowi di pondok pesantren Darussalam Timur Watucongol, Muntilan, Kabupaten Magelang Jawa Tengah pada Sabtu (23/3).

Presiden kemudian beralih membicarakan mengenai pentingnya 17 April 2019 sebagai hari pemilihan umum. "Saya titip, tinggal 24 hari lagi ke 17 April, sekarang tidak hanya media sosial saja, tapi dari rumah ke rumah beredar fithah, kabar bohong, hoaks. Kita negara penuh tata krama, kok kita jadi banyak hoaks dan fitnah? Ini kita mau ke mana?" ungkap Presiden.

Sejumlah hoaks yang dicontohkan Presiden misalnya, bila ia dan calon wakil presiden Maruf Amin memenangkan Pemilu 2019 maka akan ada pelarangan azan dan penghapusan pendidikan agama. "Loh, loh, loh, siapa yang berani melarang azan? Siapa pun presidennya tidak akan berani melarang azan. Ada lagi hoaks kalau kita menang, perkawinan sejenis akan dilegalkan. Hal itu banyak tapi tidak di provinsi Jawa Tengah ini, tapi banyak, sedih kita dengarnya," tambah Presiden.

Ia pun meminta agar santri dan santriwati ponpes Darussalam Timur tidak mempercayai kabar bohong tersebut. "Percaya tidak kabar bohong? Yang percaya tidak maju saya beri sepeda, kebangetan kalau percaya itu," tegas Presiden.

Jokowi meminta agar masyarakat tabayun dan melakukan pengecekan silang mengenai informasi yang beredar jelang pemilu. "Menjelang tanggal 17 April tolong hal-hal ini di-cross-check, ditabayunkan, nanti mempengaruhi pikiran dan hati kita," ungkap Presiden.

Ia pun mengajak agar masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dan tidak golput. "Jangan lupa mengajak teman, saudara, keluarga datang berbondong-bondong ke TPS. Jangan satu pun yang golput, eman, karena tanggal itu menentukan sekali masa depan," kata Presiden.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA