Selasa, 15 Syawwal 1440 / 18 Juni 2019

Selasa, 15 Syawwal 1440 / 18 Juni 2019

Hari Pertama Kampanye, Kiai Maruf Gelar Doa Bersama

Ahad 24 Mar 2019 21:25 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Nashih Nashrullah

SERANG -- Puluhan ribu santri dan warga Banten berkumpul mengikuti acara  Isra Mi'raj dan peringatan haul Nyai Siti Maimunah binti KH. Moh. Romli  (ibunda KH. Ma'ruf Amin) di Pondok Pesantren An-Nawawi Tanara, Serang,  Banten, Ahad (24/3) siang.

SERANG -- Puluhan ribu santri dan warga Banten berkumpul mengikuti acara Isra Mi'raj dan peringatan haul Nyai Siti Maimunah binti KH. Moh. Romli (ibunda KH. Ma'ruf Amin) di Pondok Pesantren An-Nawawi Tanara, Serang, Banten, Ahad (24/3) siang.

Foto: Republika/Muhyiddin
Ribuan massa menghadiri doa bersama untuk haul ibunda Kiai Ma'ruf.

REPUBLIKA.CO.ID, SERANG – Hari pertama kampanye terbuka, Ahad (24/3), calon wakil presiden nomor urut 01 KH Ma'ruf Amin menggelar doa bersama di Pondok Pesantren Annawawi, Tanara, Serang, Banten. 

Doa bersama yang dirangkaikan dengan haul ibunda Ma'ruf Amin, Nyai Hj Siti Maimunah binti KH Moh Romli itu dihadiri puluhan ribu warga. Hadir pula pelantun shalawat Haddad Alwi. 

Baca Juga

Dalam kesempatan itu Ma'ruf kembali menjelaskan kesediaannya menjadi cawapres mendampingi Joko Widodo (Jokowi) bukan karena ambisi pribadi. "Saya diminta membantu Pak Jokowi untuk bersama-sama memimpin bangsa ini. Sebagai santri, sebagai kiai, sebagai Nahdliyin, kita tentu tak boleh mundur, ketika negara sudah memanggil. Ini saya niatkan sebagai bakti saya kepada negeri ini," ucap dia.

Kiai Ma'ruf lantas meminta doa agar diberi kekuatan dan kemudahan untuk memenangkan pemilihan presiden sekaligus mampu menjalankan amanah bila ditakdirkan menang. Rais Syuriah PBNU, KH Manarul Hidayat, dalam ceramahnya mengungkapkan, sebagai pemimpin umat yang kini didorong untuk memimpin bangsa ini, jelas ada tugas besar yang dipikul Ma'ruf.  

"Setidaknya ada tiga tugas yang dipikul Abah Yai. Pertama, menjaga bangsa dan negara ini dari rongrongan kelompok radikal yang ingin merusak NKRI," kata Manarul.

Tugas kedua dan ketiga, lanjut Pengasuh Pondok Pesantren Al-Manar itu, melawan hoaks dan fitnah yang sering digulirkan sekelompok orang yang ingin mengacaukan negeri ini serta menjaga kedaulatan bangsa dan memajukan ekonomi umat. "Kiai Ma’ruf dalam kiprahnya selama ini telah membuktikan komitmennya untuk menjaga kedaulatan NKRI, juga mengembangkan ekonomi keumatan dengan tetap menjaga stabilitas nasional," kata Manarul.

70 persen suara

Kiai Maruf menambahkan  dirinya merasa diidolakan kaum ibu-ibu Banten. Pasalnya, ada puluhan ribu ibu-ibu yang hadir dalam acara peringatan haul ibundanya tersebut.  

"Iya saya kira begitu (diidolakan kaum ibu, red). Mereka sangat mengidolakan," ujar dia. 

Berdasarkan pantauan Republika.co.id di lokasi, di depan panggung acara tersebut memang tampak dipenuhi ibu-ibu. Kiai Ma'ruf mengatakan, lokasi acara tersebut sebenarnya hanya cukup menampung 15 ribu orang, sedangkan yang datang sekitar 25 ribu watga Banten.  

Karena sebelum acara dimulai ibu-ibu sudah memasuki lokasi acara lebih dulu, akhirnya peserta haul tersebut seakan-akan hanya kaum ibu saja. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini pun bersyukur dan berterimakasih kepada ibu-ibu Banten yang antusias mengikuti acara hingga akhir.

"Itu luar biasa dan saya merasa syukur mereka datang untuk mendukung saya," kata Mustasyar PBNU ini.  

Dengan dukungan ibu-ibu Banten itu, Kiai Ma'ruf pun opotimistis bisa memenangkan suara di Banten. Bahkan, dia berharap bisa memenangkan suara hingga 70 persen di Banten, yang merupakan asal kelahirannya.  

"Ya saya bilang minimal 60 persen, kalau bisa sampai 70 persen (targetnya, red)," tutur dia.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA