Thursday, 13 Sya'ban 1440 / 18 April 2019

Thursday, 13 Sya'ban 1440 / 18 April 2019

Jokowi Semangati Anak Muda Lewat Kisah Hidupnya

Senin 25 Mar 2019 16:16 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Ratna Puspita

Calon Presiden petahana nomor urut 01 Joko Widodo (kanan) berbincang dengan salah satu relawan Pengusaha Muda Nasional (Repnas) saat menggelar kampanye Ngopi (ngobrol Inspirasi) di Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (25/3/2019).

Calon Presiden petahana nomor urut 01 Joko Widodo (kanan) berbincang dengan salah satu relawan Pengusaha Muda Nasional (Repnas) saat menggelar kampanye Ngopi (ngobrol Inspirasi) di Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (25/3/2019).

Foto: Antara/Budi Candra Setya
'Ada banyak kesempatan bagi siapa pun untuk maju. Jangan mudah menyerah.'

REPUBLIKA.CO.ID, BANYUWANGI -- Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) mengungkap perjalanan dan perjuangan hidupnya di hadapan anak-anak muda Banyuwangi di Taman Blambangan, Senin (25/3). Dalam acara Ngobrol Inspiratif Bareng Jokowi bertajuk “Kisah Inspiratif Jokowi: Dari Bisnis Mebel sampai Memajukan Negeri” tersebut, Jokowi menyemangati anak-anak muda agar jangan gampang menyerah.

“Ada banyak kesempatan bagi siapa pun untuk maju. Jangan mudah menyerah,” kata Jokowi yang didampingi sang istri, Iriana.

Baca Juga

Jokowi bercerita tentang masa kecilnya di perkampungan kumuh bantaran sungai di Solo. Dia pun mengaku berkali-kali pindah rumah bilik kontrakan karena sang ayah tak punya cukup uang untuk membayar. Bahkan, rumah kontrakannya pernah digusur.

“Sehingga saya harus menumpang di rumah saudara. Sedih rasanya. Tapi keluarga saya tidak mau menyerah. Bapak dan ibu saya terus berjuang. Saya terus disemangati sampai akhirnya masuk UGM,” ujar Jokowi mengenang masa sulit dalam hidupnya.

Lulus kuliah pada 1985, Jokowi mengungkapkan, dirinya kemudian bekerja di BUMN PT Kertas Kraft Aceh. Jokowi ditempatkan di belantara hutan Aceh dan tinggal di rumah panggung agar terhindar dari ancaman binatang buas.

Seusai menikah, kata dia, sang istri diboyong Jokowi ke Aceh. Mereka tinggal di barak di tengah hutan. "Hanya ada satu kamar berukuran kecil untuk Jokowi dan Iriana. Dapur, kamar mandi, dan ruang tamu digunakan bersama para pekerja lain," kata Jokowi.

Jokowi melanjutlan, selama dua tahun lamanya mereka tinggal di hutan. Kesetiaan dan ketabahan Iriana membuat cinta Jokowi kepada sang istri kian kukuh.

Pada tahun kedua di hutan, Iriana hamil. Jokowi memutuskan berhenti bekerja dan ingin merintis bisnis mebel, sehingga memutuskan kembali ke Solo. Satu tahun buka bisnis sendiri, kata Jokowi, bisnisnya belum moncer.

Baru pada tahun ketiga, banyak orang mengenal Jokowi sebagai perajin kayu andal. Jokowi lalu mengikuti pameran di Singapura. Pesanan dari luar negeri pun berdatangan.

“Awalnya tiga bulan baru kirim satu kontainer. Lambat laun dalam sebulan kirim 18 kontainer. Harus ikhtiar, tawakkal, Insya Allah lancar semua,” kata Jokowi.

Ketua Relawan Pengusaha Muda Nasional (Repnas) Jatim Mufti Anam mengatakan, pihaknya sengaja menggelar diskusi inspiratif agar anak-anak muda, khususnya di Banyuwangi bisa meneladani kisah Jokowi. Mufti pun mengaku, digelarnya acara tersebut bukan semata-mata untuk mengkampanyekan capres yang didukungnya.

“Jadi ini bukan semata-mata ayo pilih 01. Tapi juga ada inspirasinya. Bayangkan, beliau masa kecil dan masa mudanya penuh kesulitan. Bahkan Pak Jokowi kerja menyerut kayu sendiri, malam-malam angkat kayu ke rumah dan digarap sambil momong anak. Tapi sekarang beliau sukses menjadi presiden,” ujarnya.

Mufti meyakini, kisah Jokowi akan mampu menginspirasi anak-anak muda, terutama di Banyuwangi. Terlebih, kisah tersebut diceritakan langsung sang aktor utama, yakni Jokowi beserta sang istri.

"Insya Allah selain kampanye, ini jadi berkah karena setelah acara ini anak-anak muda semakin giat belajar dan kelak mampu mewarnai Indonesia dengan aksi positif,” kata Mufti.

Hadir dalam acara tersebut Ketua Tim Kampanye Nasional Erick Thohir, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Ketua Dewan Pembina Relawan Pengusaha Muda Nasional (Repnas) Jatim Bahlil Lahadalia, Ketua Repnas Jatim Mufti Anam, dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA