Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Prabowo Subianto Kirim Pesan Damai dari Papua

Selasa 26 Mar 2019 08:22 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Teguh Firmansyah

Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto tiba untuk melaksanakan kampanye terbuka di Merauke, Papua, Senin (25/3/2019).

Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto tiba untuk melaksanakan kampanye terbuka di Merauke, Papua, Senin (25/3/2019).

Foto: Antara/Tim BPN
Prabowo mengaku sering difitnah, tapi ia tetap menahan diri.

REPUBLIKA.CO.ID, MERAUKE -- Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto menyampaikan pesan damai kepada seluruh pendukungnya serta seluruh rakyat Indonesia untuk ikut bersama-sama menjaga persaudaraan meski berbeda pilihan. Menurutnya, toleransi adalah hal yang utama dan harus dijaga oleh seluruh rakyat Indonesia demi keutuhan bangsa.

"Saya minta marilah kita tingkatkan rasa persaudaraan marilah kita memandang semua adalah saudara. Kita boleh berbeda agama, boleh berbeda suku, boleh berbeda bahasa tapi kita harus ingat, kita harus hidup mencari yang baik, hidup yang baik untuk anak-anak dan cucu cucu kita," tutur Prabowo di lapangan Mandala, Kabupaten Merauke, melalui siaran pers, Senin (25/3).

Prabowo mengatakan, dengan hidup penuh toleransi dan saling menghargai maka kerukunan akan tercipta. Sehingga, persatuan dan kesatuan bangsa akan terjalin di Indonesia. Ia juga meminta kepada seluruh pendukungnya untuk menahan diri dan tidak mudah terpancing emosi dari pihak pihak yang ingin memperkeruh suasana politik.

"Tidak mungkin kita bisa hidup baik kalau kita tidak hidup rukun. Kita harus selalu saling menghargai, saling mengasihi, saling membela, saling menjunjung tinggi dan kita harus menjaga perasaan kita. kita harus sering menahan diri, sering kita harus mengalah, sering kita harus menjaga perasaan orang lain," paparnya dia.

Kemudian Prabowo juga mencontohkan, saat ini dirinya kerap difitnah dan dihina oleh pihak-pihak yang tidak menyukainya. Tetapi, ia selalu berusaha menahan diri untuk tidak membalas fitnah tersebut. Hal tersebutlah yang harus dicontoh oleh seluruh rakyat Indonesia demi menjaga keutuhan bangsa.

"Saya sering diejek, saya sering dihina, saya sering difitnah tapi saya menahan diri. Saya menahan diri, saya serahkan kepada Yang Maha Kuasa, yang benar adalah benar yang tidak benar adalah tidak benar," kata Prabowo.

Dalam kesempatan itu kampanye terbuka di hari kedua itu Prabowo memberikan baju safari kesayangan yang dikenakannya kepada tokoh masyarakat Merauke yaitu Jhon Gluba Gebze. Prabowo menyebut Gebze merupakan sahabatnya. Atas dukungan Gebze tersebut, Prabowo pun lantas melepas bajunya dan memberikannya kepada Gebze. Riuh massa turut mewarnai aksi yang dilakukan capres 02 itu.

"Mengapa saya memulai kampanye dari ujung timur?, karena matahari terbit dari timur. Terimakasih atas dukungannya. John Gluba Gebze adalah sahabat saya. Beliau adalah pejuang, patriot dan setia kepada NKRI. Karena itu saya berikan baju saya ini sebagai tanda penghormatan saya kepada sahabat saya," ujar Prabowo sembari melepas kemeja warna cokelatnya.

Mendapat pemberian dari sang sahabat, Gebze pun terharu. Dia mendoakan agar Prabowo dapat sukses di Pilpres 2019 ini. Ia menegaskan masyarakat Merauke selalu mendoakan Prabowo agar selalu dilindungi dan diberkahi oleh Tuhan Yang Maha Kuasa dalam setiap perjuangannya untuk rakyat Indonesia.

"Dari tanah ini kami semua berdoa dari tanah leluhur, selamat melakukan yang terbaik. Semoga Tuhan selalu melindungi. Dari tanah ini kami semua berdoa dengan para leluhur semoga perjalanan Pak Prabowo untuk singgah ke hati saudara-saudara di seluruh Nusantara," kata Gebze.

Selanjutnya Prabowo menutup kegiatan kampanyenya di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua dengan menyanyikan lagu berjudul 'Sio Mama'. Lagu tersebut cukup populer bagi masyarakat Indonesia Timur, meskipun liriknya menggunakan bahasa Ambon.

Saat menutup pidatonya, Prabowo meminta dan mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Merauke yang hadir pada kampanyenya tersebut untuk bernyanyi bersama. Lagu 'Sio Mama'  dinyanyikan untuk mengenang jasa dari para ibu yang telah mengasuh anak-anaknya untuk menjadi orang yang berarti.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA