Monday, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

Monday, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

Jokowi Kisahkan Ketakutannya pada Masa Kecil

Rabu 27 Mar 2019 01:16 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Andri Saubani

Sejumlah kaum perempuan pendukung calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo – Ma’ruf Amin berfoto dengan spot photo Jokowi usai kampanye terbuka Jokowi di Lhokseumawe, Aceh, Selasa (26/3/2019).

Sejumlah kaum perempuan pendukung calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo – Ma’ruf Amin berfoto dengan spot photo Jokowi usai kampanye terbuka Jokowi di Lhokseumawe, Aceh, Selasa (26/3/2019).

Foto: Antara/Rahmad
Saat kampanye terbuka di Lhokseumawe, Aceh, Jokowi mengisahkan masa kecilnya.

REPUBLIKA.CO.ID, LHOKSEUMAWE -- Capres Joko Widodo (Jokowi) harus melalui berbagai rintangan dan beban hidup sedari kecil. Pria asal pinggiran Kota Solo yang kini jadi pemimpin negara dengan populasi muslim terbesar di dunia itu mengisahkan kisah masa kecilnya yang penuh tempaan.

Jokowi membagi kisah itu di sela kampanye di Lhokseumawe, Aceh, Selasa (26/3). Jokowi berasal dari keluarga orang biasa. Penghasilannya pun seadanya.

Hal itu yang nyaris membuatnya pupus untuk mencicipi pendidikan hingga ke perguruan tinggi. Jokowi mengaku saat masih kecil sempat dilanda ketakutan jikalau dia tak bisa melanjutkan pendidikan.

“Saya mengalami ketakutan di masa kecil tak bisa kuliah dan tak bisa belajar," ujar Jokowi mengenang hari-hari itu dalam keterangan resmi yang diterima Republika.

Namun, ketakutan itu dia ubah menjadi tekad dan motivasi. Disertai doa dan usaha keras dari orang tua, Jokowi akhinya bisa melanjutkan cita-citanya yang tidak muluk, yakni tetap bersekolah hingga ke tamat menjadi sarjana kehutanan.

Siapa kira berkat tekad sederhana yang tidak kenal lelah itu, pria asal pinggiran Solo itu kini menjadi Presiden Republik Indonesia. Jokowi masih mengingat betul bagaimana beratnya berada di posisi seperti yang dialami saat masih kecil itu. Dia tak ingin ada anak Indonesia yang mengalami rasa trauma yang sempat dirasakannya, yakni ketakutan untuk tidak bisa sekolah.

"Saya ingin rakyat kita tidak ketakutan (tidak bisa kuliah) seperti yang sempat saya rasakan,” ungkap sarjana lulusan 1985 Fakultas Kehutanan UGM Yogyakarta ini.

Karena itu, sejak menjabat sebagai Presiden, Jokowi menitikberatkan pentingnya bantuan pendidikan kepada kalangan yang ekonominya pas-pasan. Setelah sukses menggulirkan KIP untuk siswa SD, SMP, dan SMA pada periode pertama pemerintahannya, kini memasuki periode keduanya Jokowi menggulirkan KIP kuliah.

Dengan KIP Kuliah, maka anak Indonesia tidak akan dilanda lagi ketakutan bahwa pendidikannya hanya berakhir di bangku SMA. Sebab pemerintah menjamin akan memberikan beasiswa bagi anak-anak yang memegang kartu ini.

"KIP kuliah ini juga bukan hanya untuk sekolah di dalam negeri tapi di luar negeri," ujar Jokowi.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA