Monday, 20 Zulhijjah 1441 / 10 August 2020

Monday, 20 Zulhijjah 1441 / 10 August 2020

Ini Kata BPN Soal Prabowo akan Dirikan Khilafah

Jumat 29 Mar 2019 07:47 WIB

Rep: Amri Amrullah/ Red: Teguh Firmansyah

Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto (kedua kiri) bersama petinggi partai pengusung menghadiri kampanye akbar di Stadion Sidolig, Bandung, Jawa Barat, Kamis (28/3/2019).

Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto (kedua kiri) bersama petinggi partai pengusung menghadiri kampanye akbar di Stadion Sidolig, Bandung, Jawa Barat, Kamis (28/3/2019).

Foto: Antara/Raisan Al Farisi
Isu Prabowo akan buat Khilafah adalah fitnah dan memecah belah bangsa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Sudirman Said menegaskan, isu pasangan 02 akan membentuk negara khilafah adalah fitnah. Ia mengingatkan pihak-pihak yang menyebarkan isu tersebut agar berhenti.

Baca Juga

"Hentikan kebohongan itu, karena bukan saja merupakan fitnah yang keji, tetapi juga memecah belah bangsa," kata Sudirman Said, Jumat (29/3) di Jakarta.

Sudirman mengungkapkan, perjalanan hidup Prabowo menjadi bukti bagaimana kecintaan beliau kepada Pancasila dan NKRI. Umur 18 tahun Prabowo masuk akademi militer dan meneken kontrak siap mati demi negara. 

Sepanjang hidupnya berjuang untuk bangsa dan negara dengan menjadi prajurit Sapta Marga.  "Orang-orang sekelilingnya sangat majemuk: multi ras, berbeda agama, dan lingkungan yg mengedepankan kepentingan bangsa," jelasnya.

Menurut Sudirman, isu khilafah adalah kabar murahan yang dimainkan sejumlah pihak karena panik melihat gelombang dukungan masyarakat Indonesia kepada Prabowo-Sandi. Dukungan itu terus membesar dan sulit dibendung lagi. 

"Kenapa harus menempuh cara-cara murahan hanya untuk memuaskan nafsu ingin terus berkuasa.  Ini bukan cara yang sehat, dan menjadi contoh buruk bagi generasi berikutnya," tegas Sudirman.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA