Thursday, 18 Ramadhan 1440 / 23 May 2019

Thursday, 18 Ramadhan 1440 / 23 May 2019

Moeldoko Sebut Jokowi Orang yang tidak Mudah Percaya

Ahad 31 Mar 2019 06:31 WIB

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Ratna Puspita

Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Moeldoko di Ballrom Hotel Kempinski, Jakarta, Sabtu (19/1).

Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Moeldoko di Ballrom Hotel Kempinski, Jakarta, Sabtu (19/1).

Foto: Republika/Bayu Adji P
Jokowi menyampaikan hingga 20 tahun ke depan tidak akan ada ancaman invasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN), Moeldoko, mengatakan, Joko Widodo bukanlah seorang yang mudah percaya. Ia menjelaskan, Jokowi menyampaikan perkiraan hasil analisa intelijen yang mengatakan bahwa hingga 20 tahun ke depan tidak akan ada ancaman yang bersifat invasi ke Indonesia.

"Beliau itu seseorang yang sangat confidence, percaya diri. Tidak bisa dengan mudah dengar bisikan kanan kiri," tutur Moeldoko usai debat di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Sabtu (30/3).

Baca Juga

Moeldoko menjelaskan, terkait perkiraan tak akan ada invasi dalam beberapa tahun ke depan, pemerintah menyikapinya dalam menentukan skala prioritas dalam membangun negara. "Menyikapi itu kita melihat bagiamana kira-kira prioritasnya dalam membangun negara ini, bukan hanya memikirkan pertahanan. Pertahanan itu bagian dari subsistem bernegara ini," katanya.

Sebelumnya, Jokowi mengakui, jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga, anggaran untuk pertahanan dan keamanan Indonesia lebih kecil. Namun, berdasarkan informasi yang ia dapat dari intelijen strategis, diperkirakan 20 tahun ke depan tidak akan ada invasi dari negara lain ke Indonesia.

"Tapi yang perlu dicermati justru keamanan dalam negeri yang berkaitan dengan konflik. Konflik jangan dianggap remeh karena bisa membesar karena perang teknlogi elektronik yang dilakukan dari luar untuk masuk ke dalam," jelasnya.

Karena itu, ia ingin melakukan penguatan dan pengembangan kualitas sumber daya manusia di TNI. Penguatan tersebut terutama dalam penguasaan teknologi persenjataan dan siber. Menurutnya, hal tersebut sangat diperlukan dalam pertahanan negara Indonesia ke depan.

 

 

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA