Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Soal Kekuatan Militer dalam Debat, Jokowi Klaim Didukung TNI

Ahad 31 Mar 2019 19:43 WIB

Red: Muhammad Hafil

Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo didampingi Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Jusuf Kalla di Lapangan Karebosi, Makassar, Ahad (31/3).

Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo didampingi Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Jusuf Kalla di Lapangan Karebosi, Makassar, Ahad (31/3).

Foto: Republika/Fauziah Mursid
Jokowi menyebut kekuatan TNI terbesar di ASEAN.

REPUBLIKA.CO.ID, GOWA --  Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo mengaku mendapat dukungan TNI. Hal ini terkait pernyataannya mengenai kekuatan militer Indonesia dalam debat capres.

Baca Juga

"Ya, karena tadi pagi banyak yang menyampaikan utamanya dari unsur TNI bahwa memang TNI kita kekuatan terbesar di ASEAN. Nomor satu di ASEAN, jangan keliru," kata Jokowi seusai menyampaikan orasi dalam kampanye terbuka di lapangan Kalegowa, Gowa, Sulawesi Selatan pada Ahad (31/3).

Kampanye terbuka itu antara lain dihadiri oleh Iriana Joko Widodo, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, mantan gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan Yasin Limpo dan ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Erick Thohir.

Dalam debat capres keempat pada Sabtu (30/3) yang mengangkat tema ideologi, pemerintahan, pertahanan dan keamanan, serta hubungan internasional, calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyampaikan sejumlah kritik mengenai pertahanan keamanan Indonesia.

"Pak Jokowi tolong penasihat militernya, bukannya saya tidak percaya sama TNI. Kapal selam berapa yang kita miliki, jenis berapa, kemampuannya berapa. Pesawat berapa, kita negara seluas Eropa, berapa skuadron yang kita punya, peluru kendalinya," kata Prabowo.

Prabowo berpendapat Indonesia tidak bisa mempertahankan national interest jika ada negara asing mengirim pasukan pada saat ini juga ke salah satu wilayah Indonesia. "Di bidang pertahanan keamanan kita terlalu lemah, anggaran kita terlalu kecil, ini akan kita perbaiki," kata Prabowo.

Menurut Jokowi, kekuatan militer Indonesia berada di posisi ke-15 di dunia dan paling besar di negara-negara Asia Tenggara (ASEAN). "Kita nomor 15 di dunia. Ya kita bangga dengan itu. Artinya jangan diremehkan TNI kita. Jangan dikecilkan TNI kita. TNI kita besar. Nomor satu di ASEAN. Nomor satu di ASEAN," ungkap Jokowi.

Ia berkeyakinan TNI dapat menjaga wilayah teritorial Indonesia. "Saya percaya akan TNI. TNI mampu jaga teritorial Indonesia. TNI mampu menjaga teritorial Indonesia sudah dibuktikan sejak kolonial. Jangan coba-coba invasi negara kita karena akan berhadapan dengan TNI dan rakyat," tegas Jokowi.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA