Friday, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 February 2020

Friday, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 February 2020

BPN akan Laporkan Metro TV ke Dewan Pers Soal Berita Prabowo

Rabu 03 Apr 2019 13:09 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Andri Saubani

Puluhan ribu masyarakat menyambut kedatangan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto di kawasan wisata danau Cimpago, Padang, Sumtera Barat, Selasa (2/4).

Puluhan ribu masyarakat menyambut kedatangan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto di kawasan wisata danau Cimpago, Padang, Sumtera Barat, Selasa (2/4).

Foto: dok. BPN Prabowo-Sandiaga
BPN membantah pemberitaan Metro TV terkait kampanye Prabowo di Padang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade berencana melaporkan Metro TV ke Dewan Pers pada Jumat (5/4/) lusa. Metro TV dianggap telah menyiarkan hoaks saat Prabowo Subianto kampanye di Padang, Selasa (2/4).

Baca Juga

Menurutnya, pemberitaan Metro TV dengan judul 'Prabowo ditinggal pendukungnya saat orasi di Padang' adalah kebohongan yang disengaja. Padahal, kata Andre, semua bukti menunjukkan acara kampanye capres nomor urut 02 itu sangat ramai.

"100 ribu orang Padang dan Sumbar hadir dalam acara kampanye Pak Prabowo kemarin, bisa dilihat dalam foto dan video yang menyebar. Tapi kenapa Metro TV tutup mata, apa takut dengan dukungan masyarakat Minang? Jumat saya laporkan Metro TV ke Dewan Pers," kata Andre, dalam siaran persnya, Rabu (3/4/).

Andre yang asli Minang juga hadir mendampingi Prabowo selama kampanye di Padang merasa sangat kecewa. Terlebih, banyak warga Sumatra Barat yang menghubunginya karena tidak terima atas hoaks yang disiarkan Metro TV. Ia mengaku banyak menerima banyak keluhan dari masyarakat Padang terhadap berita Metro TV tersebut.

"Itu bagaimana bisa Metro TV menyiarkan berita tidak berdasarkan fakta. Masyarakat sumbar benar-benar sangat kecewa kepada Metro TV yang sengaja siarkan berita hoaks," sesal Andre.

Sebagai pers seharusnya, kata Andre, Metro TV bersikap objektif agar tidak mendapat hukuman sosial dari masyarakat. Selain itu, kode etik jurnalistik juga mewajibkan setiap media massa agar memberitakan peristiwa secara proporsional bukan hoaks. Menurutnya, sudah jelas apa yang dilakukan Metro TV ini berhadapan langsung dengan kekecewaan masyarakat.

"Ini yang mengkhawatirkan. Metro TV justru semakin kehilangan kepercayaan dsri masyarakat akan kredibiltas pemberitannya jika senang siarkan berita hoaks seperti ini," tutup Andre.

Hingga berita ini diturunkan, Republika masih terus mencoba mengonfirmasi kepada pihak Metro TV.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA