Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Survei Indikator: Elektabilitas Jokowi-Maruf 55,4 Persen

Rabu 03 Apr 2019 16:54 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Ratna Puspita

Capres nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) berjabat tangan dengan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto (kanan).

Capres nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) berjabat tangan dengan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto (kanan).

Foto: EPA-EFE/Adi Weda
Elektabilitas di atas 50 persen ini masih belum aman bagi Jokowi-Ma'ruf.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lembaga survei Indikator Politik Indonesia mengumumkan hasil survei tingkat keterpilihan dua pekan sebelum pemilihan presiden (pilpres) 2019. Hasilnya, elektabilitas calon presiden-calon wakil presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin mencapai 55,4 persen.

Baca Juga

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan, jika pemilihan dilakukan hari ini, Jokowi-Ma'ruf akan mengungguli Prabowo Subianto-Sandoaga Uno yang memiliki elektabilitas sebesar 37,4 persen. Kelompok yang belum menentukan pilihan sekitar 7,2 persen.

"Hingga akhir Maret 2019, dukungan terhadap pasangan calon 01 (Jokowi-Ma'ruf) masih unggul signifikan atas paslon 02 (Prabowo-Sandiaga)," katanya saat pemaparan hasil survei lembaganya di kantornya, di Jakarta, Rabu (3/4).

Ia menyebut paslon 01 dominan pada setiap kelompok gender, usia, desa/kota, kelas ekonomi, etnis Jawa, basis nahdlatul ulama (NU) dan non-Islam. Yang juga menarik, ia menyebut Jokowi mayoritas dipilih masyarakat berpendidikan menengah-bawah, utamanya sekolah dasar (SD) atau tidak sekolah, yaitu 61,6 persen.

"Semakin rendah pendidikan pemilih, semakin kuat elektabilitas Jokowi," ujarnya. Sementara itu, ia menyebutkan, mayoritas pemilih berpendidikan tinggi justru memilih Prabowo-Sandi.

photo
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi memaparkan hasil survei Indikator Politik Indonesia terkait 'swing voters' pada Pemilu 2019 di Jakarta, Rabu (3/4/2019). (ANTARA)

Kendati demikian, ia mengatakan, elektabilitas di atas 50 persen ini masih belum aman bagi Jokowi-Ma'ruf. Meski peluang Jokowi untuk menang besar, ia menyebut perubahan besar masih mungkin terjadi.

"Masih ada kemungkinan force majeure pada dua pekan sebelum pilpres 2019. Untuk itu, penting melihat lebih jauh kemungkinan arah dukungan kelompok swing voters dan undecided," katanya.

Survei dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan 1.220 responden. Pengambilan data survei dilakukan pada 22-29 Maret 2019. Margin of error dalam survei sebesar kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Responden asli 88 persen dan responden pengganti 11,9 persen. Responden terpilih diwawancara lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA