Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Prabowo: Negara Kita Sedang Sakit

Ahad 07 Apr 2019 12:54 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro, Mimi Kartika/ Red: Ratna Puspita

Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto (tengah) menyapa pendukung-pendukungnya usai melakukan kampanye akbar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Ahad (7/4).

Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto (tengah) menyapa pendukung-pendukungnya usai melakukan kampanye akbar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Ahad (7/4).

Foto: Antara/Aditya Pradana P
Prabowo mengungkapkan kondisi Indonesia saat ini sedang tidak baik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon presiden (capres) nomor urut 0-2 Prabowo Subianto menyampaikan orasi di depan pendukungnya selama hampir satu jam di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Ahad (7/4). Prabowo mengungkapkan kondisi Indonesia saat ini sedang tidak baik.

Baca Juga

"Saudara-saudara sekalian, saya berdiri disini karena saya berpandangan bahwa negara kita sedang sakit saudara sekalian. Ibu pertiwi sedang diperkosa, kekayaan kita diambil terus," kata Prabowo disambut riuh tepuk tangan poendukungnya.

Ia juga mengatakan hak-hak rakyat terus, diambil. Selain itu kepala desa juga dipanggil untuk diancam-ancam. Tidak hanya itu, tokoh agama dan emak-emak juga kerap dipersekusi.

Selain itu, Prabowo juga sempat menyinggung kasus yang menyangkut musisi Dewa 19 Ahmad Dhani. Padahal, menurutnya, undang-undang menjamin kebebasan berbicara. 

"Hei hakim yang tidak memberi ketidakadilan kepada rakyatnya jangan dikira kau tidak dicatat.  Hei gubernur gubernur, hei bupati-bupati, jangan kau kira kau bisa mengancam rakyatmu sendiri," ujarnya.

Mantan danjen Kopassus tersebut juga bersyukur masih diberi kesempatan membela rakyatnya. Ia juga bersyukur lantaran masih bisa diberi kesempatan untuk memperbaiki Indonesia.

"Terimakasih ya Tuhan, kau berikan saya kesempatan untuk melawan angkara murka. Untuk melawan ketidakadilan, untuk melawan pemimpin yang menipu rakyatnya sendiri," tuturnya. 

Ribuan massa menghadiri kampanye tersebut. Berdasarkan pantauan Republika.co.id, sejumlah kendaraan roda dua, roda empat, hingga bus yang membawa rombongan kampanye terparkir di jalan sampai ke flyover Senayan.

Akibatnya, jalan yang mengarah ke Palmerah tertutup. Hanya jalur ke Slipi maupun Semanggi yang masih bisa digunakan.

Sekitar pukul 09.30 WIB, massa kampanye mulai membubarkan diri dan keluar dari Gerbang Pemuda GBK. Mereka kebanyakan menggunakan baju putih-putih bertuliskan Prabowo-Sandi atau atribut partai seperti bendera Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Gerindra.

Menurut salah satu pendukung, Yugi Wantoro (45), padatnya GBK menjadi bukti banyaknya orang yang mendukung Prabowo-Sandi. Ia yang hadir sejak pukul 07.00 WIB mengatakan tak kebagian akses masuk ke dalam SUGBK.

"Tadi cuma sampai pintu saja. Lihat mereka yang di dalam melalui layar, tadi ada disediakan. Berarti banyak ini yang datang lilaahi taala bukan karena iming-iming," kata dia sambil menunggu rombongannya di depan Gerbang Pemuda.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA