Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Jokowi: Pemilu itu Gembira, Bukan Penuh Ketakutan

Senin 08 Apr 2019 15:31 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Teguh Firmansyah

Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo melanjutkan rangkaian kampanye terbuka di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (8/4).

Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo melanjutkan rangkaian kampanye terbuka di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (8/4).

Foto: dok. TKN
Jokowi berharap pemilu tak dirusak oleh kepentingan yang menghalalkan segala cara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon presiden (capres) Joko Widodo (Jokowi) mengimbau agar semua pihak tidak menebar teror ketakutan jelang Pilpres 17 April nanti. Jokowi mengatakan, pemilu adalah pesta demokrasi yang seharusnya diisi dengan penuh kegembiraan.

Mantan wali kota Solo ini berpendapat, pesta yang digelar oleh dan untuk rakyat itu jangan sampai dirusak oleh kepentingan pihak-pihak yang menghalalkan segala macam cara. Apalagi sampai menebar hoaks dan teror ketakutan.

"Inilah yang dinamakan pesta demokrasi. Pesta harus seneng dan gembira sehingga jangan sampai dengan adanya pesta demokrasi diciptakan adanya ketakutan," kata Jokowi di Jakarta, (8/4).

Mantan gubernur DKI Jakarta itu mengajak semua pihak agar menjaga persaudaraan dan rasa kasih sayang. Dia mengatakan, jangan sampai pemilu justru dijadikan sarana untuk menebar kebencian terhadap kelompok atau orang lain yang memiliki pandangan politik yang berbeda.  "Jangan sampai ada marah-marah. Gak boleh," tegasnya.

Jokowi pun menyerukan semangat untuk melawan praktik-praktik negatif seperti korupsi. Dia menegaskan, korupsi dasarnya adalah kebohongan sehingga jangan memilih calon yang gemar menebar kampanye kebohongan.

Dia juga meminta pendukungnya untuk terus bersemangat di sisa 10 hari sebelum pencoblosan. Dia mengatakan, kini saatnya untuk total dalam mengampanyekan program-program dari rumah ke rumah maupun mulut ke mulut. "Kita waktunya tinggal berapa hari? 10 hari. Jangan kasih kendor, harus terus gaspol," kata Jokowi.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA