Wednesday, 14 Zulqaidah 1440 / 17 July 2019

Wednesday, 14 Zulqaidah 1440 / 17 July 2019

Jokowi: Kita Fokus dan Konsentrasi di Industri Halal

Sabtu 13 Apr 2019 22:00 WIB

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Friska Yolanda

Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) dan Ma'ruf Amin mengikuti debat kelima Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019).

Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) dan Ma'ruf Amin mengikuti debat kelima Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019).

Foto: Antara/Wahyu Putro A
Indonesia telah ditetapkan menjadi yang pertama di wisata halal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo menyatakan, pihaknya akan fokus pada industri halal di Indonesia. Industri tersebut yakni mencakup wisata halal dan produk-produk halal yang dihasilkan dari Indonesia.

“Mengenai wisata halal, kita sudah ditetapkan menjadi nomor satu di dunia. Inilah yang kita akan fokus dan konsentrasi. Termasuk produk halal,” kata Jokowi dalam Debat Terbuka Kelima di Jakarta, Sabtu (13/4).

Baca Juga

Sebagaimana diketahui, Indonesia telah ditetapkan sebagai peringkat pertama dalam Global Muslim Travel Index 2019 yang dirilis oleh Crescent Rating dan Mastercard. Indonesia berhasil menyalip posisi Uni Emirat Arab dan Malaysia yang pada tahun lalu menduduki posisi kedua dan pertama.

Ia menjelaskan, Indonesia juga memiliki kekuatan besar dalam ekonomi dan keuangan syariah. Karena itu, fokus pada industri halal dan ekonomi syariah harus dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.

Sementara itu, calon wakil presiden nomor urut 01, Maruf Amin, menambahkan, sejauh ini Indonesia telah menjadi negara yang sudah mampu menghasilkan produk-produk halal yang berorientasi ekspor. Standar halal yang yang dianut oleh Indonesia juga telah mengacu pada standar global.

“Bahkan kita juga jadi acuan standar halal global,” kata Ma’ruf.

Ia menambahkan, untuk lebih mendukung pengembangan industri halal, dibutuhkan kualitas sumber daya manusia yang kuat. Tujuannya, agar industri halal bisa lebih baik daripada saat ini. “Akan kami stimulus bukan hanya produk yang di dalam negeri tapi produk yang juga untuk di jual ke luar negeri,” kata Ma’ruf. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA