Tuesday, 20 Zulqaidah 1440 / 23 July 2019

Tuesday, 20 Zulqaidah 1440 / 23 July 2019

Ada Teriakan Demokrat Keluar dari Koalisi Saat Debat Pilpres

Ahad 14 Apr 2019 00:04 WIB

Rep: Antara/ Red: Andri Saubani

 Pasangan capres nomor urut 01 Joko Widodo berjabat tangan dengan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto sebelmum mengikuti debat kelima Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019).

Pasangan capres nomor urut 01 Joko Widodo berjabat tangan dengan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto sebelmum mengikuti debat kelima Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019).

Foto: Republika/Prayogi
Pria itu mengaku Sekretaris Divisi Advokasi Partai Demokrat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA  -- Seseorang yang mengaku sebagai Sekretaris Divisi Advokasi DPP Partai Demokrat berteriak lantang di lobi Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4) malam, di tengah pelaksanaan debat kelima Pilpres 2019. Pria yang mengenakan kemeja biru muda itu menyatakan bahwa partainya akan keluar dari koalisi Prabowo-Sandiaga.

"Kita keluar dari koalisi. Saya Sekretaris Divisi Advokasi Partai Demokrat," ujar pria yang enggan menyebutkan namanya itu.

Suara lantang pria itu membuat awak media yang berada di lobi Gate A Hotel Sultan mengerubunginya, menanyakan siapa dirinya dan apa alasannya menyatakan Demokrat keluar dari koalisi. Ketika media sudah berkumpul, pria itu justru mendadak tenang dan menghindari sorotan kamera wartawan.

Dia enggan mengungkapkan alasannya menyatakan Demokrat keluar koalisi. Namun, sebelumnya Capres Prabowo dalam salah satu sesi debat menyatakan tidak menyalahkan Jokowi atas persoalan ekonomi yang terjadi saat ini. Menurut Prabowo, persoalan ekonomi itu akibat presiden-presiden sebelum Jokowi.

Tak lama setelah pernyataan pria tersebut, Ketua Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean turut keluar dari dalam ruang debat ke lobi Hotel Sultan. Ferdinand merangkul sekaligus menenangkan pria yang berteriak tadi.

Ketika ditanya media soal aksi pria itu, Ferdinand mengatakan apa yang disampaikan pria itu hanya reaksi kecil saja. "Itu emosi sesaat. Yang menentukan partai koalisi ini kan pimpinan, bukan kader. Yang menentukan arah partai ini ketua umum dan majelis tinggi partai. Kalau ada yang bicara-bicara begitu itu hanya reaksi kecil saja," kata Ferdinand.

Ferdinand mengatakan apa yang disampaikan Prabowo soal presiden sebelum Jokowi, adalah pernyataan yang belum lengkap.Adapun Ferdinand ikut keluar ruang debat meskipun debat belum tuntas. Saat ditanyakan alasannya meninggalkan ruang debat, Ferdinand mengaku sakit perut.

"Saya sakit perut mau pulang dulu," ujar Ferdinand.

Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengaku belum tahu soal insiden seorang kader partainya yang menyerukan untuk keluar dari koalisi pendukung Prabowo-Sandiaga Uno. AHY mengaku tidak kenal dengan kader Partai Demokrat itu.

AHY sempat bertanya siapa sosok yang melakukan hal itu dan di mana dia melakukannya. Awak media kemudian memberitahukan bahwa orang tersebut adalah Seketaris Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat, Ardi Mbalembout. 

"Tidak tahu saya. Siapa dia," kata AHY kepada media di Golden Ballroom, Sabtu (13/4).

AHY pun enggan berkomentar lebih lanjut. Namun, AHY mengaku tak akan pulang dari lokasi debat sebelum acara selesai. Dia mengaku keluar ruang debat sebentar hanya untuk ke kamar kecil.

"Tidak, Tidak pulang," tegasnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA