Kamis, 24 Syawwal 1440 / 27 Juni 2019

Kamis, 24 Syawwal 1440 / 27 Juni 2019

Korban Banjir Dayeuhkolot Mencoblos di Pengungsian

Selasa 16 Apr 2019 15:12 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Muhammad Hafil

Petugas menerjang banjir saat mendistribusikan logistik keperluan Pemilu dan Pileg di Desa Bojongasih, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (16/4/2019).

Petugas menerjang banjir saat mendistribusikan logistik keperluan Pemilu dan Pileg di Desa Bojongasih, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (16/4/2019).

Foto: Antara/Raisan Al Farisi
Terdapat enam TPS yang berada di lokasi pengungsian.

REPUBLIKA.CO.ID,  DAYEUHKOLOT--Sebagian korban banjir di wilayah Kampung Bojong Asih, Desa Dayeuhkolot, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung akan mencoblos, Rabu (17/4) di tempat pemungutan suara (TPS) yang berada di lokasi pengungsian di kantor Desa Dayeuhkolot. Terdapat enam TPS yang berada di lokasi pengungsian.

Baca Juga

Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 40, Lilis mengungkapkan di RW 14, Kampung Bojong Asih ketinggian banjir mencapai dada orang dewasa. Kondisi tersebut sudah berlangsung dua bulan lebih dengan situasi pasang surut.

"Buat mencoblos di TPS dipindahkan ke belakang halaman desa. Soalnya di lokasi pemukiman warga terendam," ujarnya saat ditemui di Kantor Desa Dayeuhkolot, Selasa (16/4).

Ia mengungkapkan, di belakang halaman kantor desa terdapat enam TPS yaitu untuk RW 14 tersapat TPS 38, 39, 40 dan 41 TPS. Kemudian dibawah gedung lokasi pengungsian terdapat ruang untuk lokasi TPS yaitu RW 05 dua TPS. "Pemilih di Kampung Bojong Asih ada mencapai seribu lebih," ungkapnya.

Salah seorang warga yang tergabung di tim evakuasi siaga bencana, Wahyudin mengatakan pemilih yang akan mencoblos ada yang berada di pengungsian. Sementara itu, sebagiannya lagi berada di loteng rumah masing-masing.

"Yang dirumah dijemput pakai perahu dari BPBD. Lokasi RW 14 kesini (TPS) relatif jauh dan banjir tinggi. Kalau dijemput perahu besar gak bisa masuk ke gang," ungkapnya.

Tidak hanya itu, menurutnya banyak orang tua yang naik menggunakan perahu kecil takut jatuh. Saat ini, rencananya BPBD akan berkumpul membahas hal tersebut agar perahu bisa masuk ke gang.

Babinsa Dayeuhkolot, Serka Emil mengungkapkan di daerah rawan banjir terdapat TPS yang beberapa sudah direlokasi seperti di RW 03, dua TPS, RW 04, empat TPS dan RW 14 dan RW 05 di desa. Sementara di Bolera sebanyak tiga TPS.

"Untuk sementara ini aman, kalau ketinggian banjir kembali meningkat. Maka TPS harus direlokasi kembali," katanya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA