Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Yenny Komentari Jokowi yang Enggan Klaim Menang

Rabu 17 Apr 2019 19:59 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Putri Presiden RI Keempat Zanubba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid (Yenny Wahid) menghadiri kampanye terbuka calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo di Taman Blambangan, Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (25/3).

Putri Presiden RI Keempat Zanubba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid (Yenny Wahid) menghadiri kampanye terbuka calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo di Taman Blambangan, Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (25/3).

Foto: Republika/Febrianto Adi Saputro
Yenny mengatakan Jokowi meminta masyarakat tunggu hasil resmi KPU.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Putri Presiden keempat RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Yenny Wahid, menilai Joko Widodo (Jokowi) adalah individu yang rendah hati sehingga tidak akan mengklaim telah memenangkan pemilihan presiden (pilpres) 2019 sebelum disampaikan secara resmi oleh KPU.

Baca Juga

"Pak Jokowi orangnya rendah hati dan sederhana. Beliau bukan orang yang suka ''geeran'' (gede rasa). Beliau tidak ingin mendahului kehendak-Nya,” kata dia di Djakarta Theater, Jakarta, Rabu(17/4). Pernyataan ini disampaikan  menanggapi hasil "quick count" atau hitung cepat beberapa lembaga yang menunjukkan kemenangan Joko Widodo-Ma''ruf Amin.

Dia mengatakan, meski semua rata-rata ''quick count'' menunjukkan kemenangan Jokowi dan margin cukup jauh sehingga walaupun ada perbedaan dengan KPU nanti, perbedaannya pasti sedikit sekali dan tetap hasilnya Pak Jokowi akan menang. 

Jokowi dalam pernyataannya mengatakan dia meminta masyarakat dan pendukungnya bersabar menunggu penghitungan resmi KPU meski dari indikasi "exit pool" dan "quick count" menunjukkan kemenangan Jokowi-Ma''ruf Amin.

"Namun beliau akan patuh pada konstitusi, UU dan lembaga-lembaga berwenang untuk mengumumkan hasil pemilu secara resmi karena KPU adalah pihak yang independen, semua harus mengikuti hasil KPU," tambah Yenny.

Yeny mengatakan, pihaknya tidak ingin bersikap arogan dan mendeklarasikan kemenangan terlalu dini. “Yang ingin  kita lakukan adalah kita biarkan saja, biarkan opini di masyarakat itu berdasarkan data yang dilansir pihak independen," ungkap Yenny.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA