Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

Ekspresi Sandi Ramai Dibahas Warganet, Ini Kata Pakar Gestur

Jumat 19 Apr 2019 00:16 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Andri Saubani

Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto (tengah) bersama Cawapres Sandiaga Uno dan petinggi partai pendukung mengangkat tangan saat mendeklarasikan kemenangannya pada Pilpres 2019 kepada awak media di kediaman Kertanegara, Jakarta, Kamis (18/4/2019).

Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto (tengah) bersama Cawapres Sandiaga Uno dan petinggi partai pendukung mengangkat tangan saat mendeklarasikan kemenangannya pada Pilpres 2019 kepada awak media di kediaman Kertanegara, Jakarta, Kamis (18/4/2019).

Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Pakar gestur menilai, ekspresi yang ditunjukkan bukan disebabkan karena sakit.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Warganet menyoroti ekspresi calon wakil presiden (cawapres) nomor urut Sandiaga Salahuddin Uno selama mendampingi calon presiden (capres) Prabowo Subianto pada deklarasi kemenangan yang digelar di kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis (18/4). Pakar gestur Handoko Gani menilai, bahwa ekspresi yang ditunjukkan bukan disebabkan karena sakit.

"Itu bukan sakit, ekspresi itu adalah ekspresi ketidaksukaan pada sesuatu," kata Handoko saat dihubungi Republika.

Ia menjelaskan, jika Sandiaga sedang sakit, maka ada tanda-tanda lain yang terlihat pada anggota tubuhnya. Sandi memang terlihat batuk dan menutup mulutnya dengan lengan, namun menurutnya jika hanya batuk, maka wajahnya tidak sampai kucel seperti itu.

"Dengan muka sekucel itu, harusnya kalau benar beliau hanya sakit, maka sakitnya lebih dari sesekali batuk," jelasnya.

Lagipula imbuhnya, secara raut wajah, apabila ternyata Sandiaga sedang sakit maka tanda itu juga terlihat di sejumlah anggota tubuh seperti mata, kantong mata, garis vertikal di mata ke arah pipi dan sebagainya. Sedangkan kali ini hal itu tidak terlihat.

"Dan beliau tahan berdiri di sana sampai selesai preskon," katanya.

Selain itu indikasi ketidaksukaan terhadap sesuatu lainnya juga terlihat pada sikap Sandiaga pada momen ketika Prabowo dan orang-orang di sekitarnya mengangkat dan mengepalkan tangan di atas kepala. Sedangkan, Sandiaga terlihat hanya mengangkat tangan setinggi dada.

Kendati demikian, ia tidak mengetahui secara pasti apa yang menyebabkan ketidaksukaan tersebut. "Itu tidak boleh disimpulkan karena kita tidak melakukan interview klarifikasi soal itu," ungkapnya.

Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Priyo Budi Santoso menanggapi terkait ekspresi Sandiaga saat mendampingi Prabowo. Priyo menyebut bahwa Sandiaga tengah kelelahan.

"Beliau agak kurang sehat, kecapekan luar biasa," kata Priyo kepada wartawan, Kamis (18/4).

Priyo mengungkapkan, Sandiaga kelelahan lantaran rata-rata hanya tidur dua jam. Apalagi imbuhnya, Sandiaga sempat melakukan ibadah umrah, sehingga wajar jika Sandiaga masih merasa kelelahan.

Sekjen Partai Berkarya itu juga mengaku bahwa suara Sandiaga tampak hilang dan cegukan. Bahkan ketika dirinya berkomunikasi dengan Sandiaga suaranya sudah hilang.

"Tadi jawab saya suaranya sudah hilang suaranya, dan agak serak pas saya tanya," ujarnya.

Kendati sedang sakit, Priyo menyebut bahwa tidak sedikitpun terlihat bahwa Sandiaga sedang sakit. Hal tersebut lantaran eks wakil gubernur DKI Jakarta itu gemar berolahraga.

"Sandiaga Uno seorang olahragawan yang energik, tetap saja kelihatan fresh, dan anggap tidak tahu sebenarnya kalau beliau tidak sehat," tuturnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA