Jumat, 19 Ramadhan 1440 / 24 Mei 2019

Jumat, 19 Ramadhan 1440 / 24 Mei 2019

PBNU Ajak Perkuat Ukhuwah Wathaniyah

Jumat 19 Apr 2019 16:00 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Muhammad Hafil

Nahdlatul Ulama

Nahdlatul Ulama

PBNU mengajak masyarakat Indonesia bersatu kembali.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rakyat Indonesia telah menunaikan hak pilihnya pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 sejak Rabu (17/4) kemarin. Proses rekapitulasi perolehan suara pilpres dan pileg saat sedang berlangsung, mulai tingkat kecamatan, kabupaten/kota, provinsi hingga tingkat nasional pada 22 Mei 2019.

Baca Juga

Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU, Robikin Emhas mengatakan, masyarakat kini tinggal mengawasi jalannya proses rekapitulasi dengan tetap mengindahkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sembari menunggu hasil rekapitulasi KPU, Robikin mengajak kepada masyarakat bersatu padu kembali dan hidup rukun sebagaimana karakter asli bangsa Indonesia. Dia juga mengajak kepada masyarakat untuk memperkuat persaudaraan antar anak bangsa atau ukhuwah wathaniyah.

"Sekali lagi, mari perkuat ukhuwah wathaniyah. Suatu persaudaraan yang melintasi batas etnis, ras, golongan, keyakinan maupun agama," ujar Robikin dalam siran pers yang diterima Republika.co.id, Jumat (19/4).

Dia mengatakan, masyarakat Indonesia harus tetap menujukkan bahwa Indonesia merupakan bangsa yang maju dan berbudaya dalam berdemokrasi. Karena itu, menurut dia, kesuksesan dalam pelaksanaan pemungutan suara harus tercermin juga selama proses rekapitulasi KPU.

"Kita tunjukkan pada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa yang maju dan berbudaya dalam berdemokrasi," ucap Robikin.

Dia menambahkan, capres-cawapres Pilpres 2019, baik pasangan Jokowi-Ma'ruf ataupun Prabowo-Subianto merupakan negarawan dan dikenal sebagai sosok patriotik dan nasionalis sejati. Karena itu, menurut Robikin, kedua pasangan calon tersebut tidak akan rela jika Indonesia berduka hanya karena Pilpres.

"Untuk menatap Indonesia ke depan lebih baik kami berharap adanya silaturahmi kembali di antara pasangan capres-cawapres, para elit politik, tokoh masyarakat dan para pemuka agama," kata Robikin.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA