Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Suara PKS Melejit di Riau, Nama UAS Disebut

Ahad 21 Apr 2019 06:36 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Relawan mengentri data dan pindai form C1 hitung cepat berbasis aplikasi Sistem Informasi Penghitungan Suara (SITUNG) Pemilu tahun 2019 KPU Se-Provinsi DKI Jakarta, Sabtu, (20/4).

Relawan mengentri data dan pindai form C1 hitung cepat berbasis aplikasi Sistem Informasi Penghitungan Suara (SITUNG) Pemilu tahun 2019 KPU Se-Provinsi DKI Jakarta, Sabtu, (20/4).

Foto: Republika/Prayogi
PKS Riau memprediksi meraih lima kursi di DPR RI.

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU -- Partai Keadilan Sejahtera Provinsi Riau memprediksi mendapat lima kursi di DPR RI dari daerah pemilihan Riau I dan II. Sementara untuk DPRD Provinsi Riau, PKS diprediksi memperoleh 14 kursi pada Pileg 2019 ini.

Hal tersebut didapat dari rekapitulasi internal partai yang menyebutkan PKS di posisi tertinggi di Provinsi Riau, dengan capaian 21 persen suara.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PKS Riau Hendry Munief dalam tasyakuran Miladke-21 PKS, Sabtu, bersyukur atas pencapaian yang signifikan dari suara partai jika dibandingkan Pileg sebelumnya.

"Berdasarkan rekap C1, hari ini kita berada di angka 21 persen dan ini tertinggi di Riau. Alhamdulillah ini wujud kecintaan masyarakat kepada PKS. Kami sangat bersyukur suara PKS naik lima kali lipat dibanding pileg sebelumnya. Namun begitu, rekapitulasi terus berjalan, Kami akan kawal terus perolehan suara kita hingga ke KPU," ujar Hendry Munief.

Dia memprediksi, PKS dapat lima kursi DPR RI untuk Dapil Riau I dan II. Sementara untuk DPRD Provinsi Riau berpotensi 14 kursi, dan masing-masing dapil kabupaten-kota di prediksi mendapatkan jatah masing-masing dua kursi.

Sementara, jika dibandingkan Pileg lima tahun lalu, PKS hanya mengirimkan satu legislator untuk duduk di DPR RI, dan tiga legislator untuk duduk di DPRD Riau.

Baca Juga

Kunci keberhasilan menaikkan perolehan suara partai, sebut dia, tak terlepas program yang ditawarkan kepada masyarakat. Program itu adalah berlaku surat izin mengemudi (SIM) seumur hidup, bebas pajak kendaraan, bebas pajak untuk warga berpenghasilan di bawah Rp8 juta, dan RUU perlindungan ulama dan simbol agama.

Tergabung dalam koalisi pendukung capres nomor urut 02,Prabowo-Sandi, membuat elektabilitas PKS juga naik di lumbung suara keduanya.

"Momentum politik dan program, saya rasa keduanya cukup membuat nama PKS semakin besar di masyarakat. Termasuk dukungan UstadzAbdul Somad yang menjadi pertimbangan masyarakat, respons masyarakat sangat positif dan luar biasa akan hal ini,"ucapnya

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA