Kamis, 17 Syawwal 1440 / 20 Juni 2019

Kamis, 17 Syawwal 1440 / 20 Juni 2019

Ratusan Milenial Hadiri Syukuran Kemenangan Jokowi di SCBD

Ahad 21 Apr 2019 17:33 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Bayu Hermawan

Ketua Umum Tim Kampanye Nasional (TKN) Erick Thohir didampingi Direktur TKN Milenial Bahlil Lahadalia memberikan nasi tumpeng pada acara syukuran kemenangan Pemilu 2019 di The Pallas, SCBD, Jakarta, Ahad (21/4).

Ketua Umum Tim Kampanye Nasional (TKN) Erick Thohir didampingi Direktur TKN Milenial Bahlil Lahadalia memberikan nasi tumpeng pada acara syukuran kemenangan Pemilu 2019 di The Pallas, SCBD, Jakarta, Ahad (21/4).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Ratusan relawan milenial Jokowi menghadiri acara syukuran di SCBD.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Relawan Tim Kampanye Nasional (TKN) Milenial Jokowi - Ma'ruf Amin, KitaSatu mengadakan syukuran kemenangan di The Pallas, SCBD, Jakarta Selatan pada Ahad (21/4). Dari pantauan, ratusan relawan milineal menghadiri acara tersebut dengan menggenakan pakaian putih.

Baca Juga

Ketua TKN Erick Thohir dan juga Ketua Direktorat Milenial TKN Bahlil Lahadalia hadir sekitar pukul 14.00 WIB. Acara ini diadakan sebagai bentuk perayaan kemenangan Pasangan Calon (Paslon) 01 berdasarkan hasil perhitungan cepat (quick count) sejumlah lembaga survei.

"Ini merupakan bentuk tribute dari TKN kepada teman generasi milenial terutama yang mendukung Pak Jokowi. Karena ini kan kasih nama syukuran, berarti ini merayakan hasil kerja keras kita kurang lebih selama 8 bulan ke belakang," kata Ketua penyelenggara syukuran, Deny Giovanno, di The Pallas, kawasan SCBD, Jakarta Selatan.

Ia menyebut sejumlah lembaga survei sudah mempublikasikan quick count bahwa Jokowi - Ma'ruf Amin berhasil unggul atas Prabowo - Sandi. Sehingga ia merasa acara ini sepatutnya digelar.

"Kami yakin mayoritas masyarakat merasakan pembangunan yang dilaksanakan Pak Jokowi. Sehingga kemenangan ini sebuah kemenangan yang wajar-wajar saja disyukuri," ujarnya. 

Ia menuturkan selama ini hasil hitung cepat lembaga survei jarang mengalami kesalahan. "Kami yakin secara historis pelaksanan QC (quick count) di Indonesia ini, dalam beberapa kali pemilu hampir tidak pernah salah. QC yang pasca pemilu ya. Jadi jangan kemudian QC tidak menguntungkan pihak sebelah, lalu pihak sebelah mengklaim bahwa dia menang," katanya menambahkan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA