Selasa, 20 Zulqaidah 1440 / 23 Juli 2019

Selasa, 20 Zulqaidah 1440 / 23 Juli 2019

Komisi III: Evaluasi Pemilu 2019

Selasa 23 Apr 2019 08:18 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Teguh Firmansyah

Pekerja mengeluarkan kotak suara Pemilu 2014 di Gudang KPU Sumenep, Jawa Timur, Ahad (21/4/2019).

Pekerja mengeluarkan kotak suara Pemilu 2014 di Gudang KPU Sumenep, Jawa Timur, Ahad (21/4/2019).

Foto: Antara/Saiful Bahri
Pemilu serentak dinilai menurunkan kualitas demokrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Komisi III DPR RI Aboebakar Alhabsyi  menilai pelaksanaan Pemilu 2019 kali ini perlu dievaluasi dari mulai logistik hingga pencoblosan pilpres dan pileg yang dilakukan bersamaan. Dengan begitu, kualitas demokrasi akan tetap terjaga.

Baca Juga

"Misalkan saja, kekurangan surat suara yang terjadi di Palembang, Pasuruan dan Jember, kosongnya surat suara Pilpres di 84 TPS di Purwakarta, Ini hanya sebagian contoh mengenai buruknya managemen pengelolaan logistik pemilu," kata Alhabsyi dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Senin (22/4).

Ia menambahkan, banyaknya kotak suara yang tidak dilengkapi gembok juga harus menjadi bahan evaluasi. Selain itu persoalan kecurangan juga perlu mendapat sorotan.

"Misalkan saja problem surat suara pilpres yang sudah tercoblos, atau adanya rekomendasi hitung ulang di semua TPS se-Surabaya oleh Bawaslu. Padahal di Surabaya ada 8.146 TPS, yang artinya ini bukan persoalan sepele," ujarnya.

Kemudian anggota Dewan Majelis Syuro PKS itu juga mengkritisi penyelenggaraan Pileg dan Pilpres yang bersamaan. Ia menganggap pemilu serentak kali ini menurunkan kualitas demokrasi Indonesia. Menurutnya perlu ada penyederhanaan sistem agar memudahkan pemilih dalam menyalurkan suaranya.

Selain itu, pemilu serentak kali ini juga menjadi tugas berat untuk para penyelenggara Pemilu dan unsur pendukungnya. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya KPPS yang meninggal dunia.

"Sebanyak 374 petugas KPPS sakit setelah menjalankan tugas di TPS.

Selain itu ada 15 aparat kepolisian yang meninggal saat Pemilu. Belum lagi para saksi yang juga meninggal dunia atau mengalami sakit setelah mengawal proses pemilu," katanya.

Ia berharap agar ke depan pemilu dibuat lebih sederhana lagi agar hal di atas tidak terulang. Kendati demikian Alhabsyi mengaku mengapresiasi kinerja para petugas pemungutan suara yang telah mengorbankan nyawanya demi negara.

"Saya menyampaikan duka yang mendalam kepada petugas KPPS, aparat kepolisian dan saksi uang meninggal lantaran mengawal proses demokrasi. Saya sangat mengapresiasi kinerja dan ketekunan mereka untuk mensukseskan pemilu kali ini," ungkapnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA