Wednesday, 21 Zulqaidah 1440 / 24 July 2019

Wednesday, 21 Zulqaidah 1440 / 24 July 2019

KPU Imbau Jajarannya Gelar Shalat Ghaib untuk Doakan KPPS

Rabu 24 Apr 2019 20:24 WIB

Rep: Dian Erika Nugraheny/ Red: Andri Saubani

Anggota keluarga memperbaiki posisi foto Sudirdjo, seorang petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Pemilu serentak 2019 yang meninggal dunia usai mendapatkan perawatan di rumah sakit di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (23/4/2019).

Anggota keluarga memperbaiki posisi foto Sudirdjo, seorang petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Pemilu serentak 2019 yang meninggal dunia usai mendapatkan perawatan di rumah sakit di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (23/4/2019).

Foto: Antara/Risky Andrianto
Jumlah petugas KPPS yang meninggal dunia mencapai 144 orang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU),Hasyim Asy'ari,  mengimbau jajaran penyelenggara pemilu di daerah menggelar shalat ghaib untuk mendoakan para KPPS yang meninggal dunia saat bertugas dalam pemilu. Jumlah KPPS yang meninggal dunia dan sakit semakin bertambah.

Hasyim mengatakan KPU RI menyampaikan bela sungkawa sedalam-dalamnya kepada penyelenggara pemilu yang telah bekerja keras menjalankan tugas kepemiluan hingga jatuh sakit dan meninggal dunia. Karena itu, KPU provinsi dan KPU kabupaten/kota seluruh Indonesia menggelar doa bersama. 

"Kami menyerukan untuk  melakukan  doa bersama untuk jajaran penyelenggara pemilu yang meninggal dan sakit. Dan khusus yang beragama Islam besok lusa setelah shalat Jumat melaksanakan shalat ghaib dalam rangka mendoakan saudara kita penyelenggara pemilu yang meninggal, " ujar Hasyim kepada wartawan di Kantor KPU,  Menteng, Jakarta Pusat,  Rabu (24/4).

Sebelumnya, jumlah KPPS yang meninggal saat bertugas dalam Pemilu 2019 terus bertambah. Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencatat jumlah KPPS meninggal terbanyak di Jawa Barat. 

Berdasarkan rekapitulasi data KPU hingga pukul 15.15 WIB, Rabu (24/4), jumlah KPPS meninggal dunia terbanyak ada di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Di Jawa Barat, Jumlah KPPS meninggal sebanyak 38 orang. 

Di Jawa Tengah, jumlah KPPS meninggal  mencapai 25 orang. Sementara itu, jumlah KPPS yang sakit paling banyak berada di Sulawesi Selatan dan Jawa Tengah. 

Di Sulawesi Tengah, ada 191 KPPS yang sakit. Di Jawa Tengah, tercatat sebanyak 103 KPPS yang sakit.

Komisioner KPU, Viryan, mengatakan jumlah total KPPS yang mengalami musibah saat bertugas bertambah. Berdasarkan data KPU hingga pukul 15.15 WIB, tercatat ada 1.027 KPPS yang mengalami musibah.

"KPPS yang meninggal dunia sebanyak 144 orang. Kemudian yang jatuh sakit ada 144 orang. Sehingga total KPPS yang tertimpa musibah 1.027 orang," ujar Viryan ketika dikonfirmasi, Rabu.

Jumlah tersebut  tersebar di 33 provinsi. Adapun di satu provinsi, yakni Maluku Utara,  tercatat belum ada KPPS yang meninggal  dunia. 

Viryan menambahkan, KPPS harus menjaga kesehatan mengingat proses rekapitulasi hasil pemilu masih terus berlangsung.  "Semuanya saya minta menjaga kesehatan," tuturnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA