Thursday, 12 Rabiul Awwal 1442 / 29 October 2020

Thursday, 12 Rabiul Awwal 1442 / 29 October 2020

KSAD Bantah Informasi TNI AD Punya Data Hasil Pemilu

Selasa 07 May 2019 13:30 WIB

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Muhammad Hafil

Pelantikan KSAD. KSAD Andika Perkasa mengikuti upacara pelantikan KSAD di Istana Negara, Jakarta, Kamis (22/11).

Pelantikan KSAD. KSAD Andika Perkasa mengikuti upacara pelantikan KSAD di Istana Negara, Jakarta, Kamis (22/11).

Foto: Republika/ Wihdan
TNI AD tak punya tugas melakukan pendataan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- TNI Angkatan Darat (AD) memastikan informasi yang disebutkan oleh Rizal Ramli di twitternya tidak benar. Mantan menteri Koordinator Bidang Kemaritiman itu berkicau, ada seorang Letnan Kolonel TNI AD yang memberitahunya soal hasil pemilu.

"Itu tidak benar. Jadi saya pastikan informasi yang diberikan oleh salah satu tokoh bangsa itu (Rizal) adalah berita bohong. Karena itu berita bohong, sebaiknya tidak usah dipakai," ujar Kepala Staf TNI AD (KSAD), Jenderal Andika Perkasa, kepada wartawan di Mabes TNI AD, Jakarta Pusat, Senin (7/5).

Ia menerangkan, tidak benar prajurit TNI AD atau Bintara Pembina Desa (Babinsa) memilili data hasil pemilu. Menurutnya, TNI AD tidak ditugaskan untuk melakukan pendataan itu, melainkan untuk memberikan perbantuan pengamanan pelaksanaan pemilu saja.

Baca Juga

"Mulai dari masa kampanye, masa tenang, distribusi logistik dan seterusnya sampai dinyatakan tuntas nanti. Jadi tugas kami pengamanan dan itu pun karena diminta Polri. Jadi tidak benar kalau kami memiliki hasil," kata dia.

Ia menuturkan, mana mungkin TNI memiliki hasil pemilu jika proses penghitungannya masih berlangsung. Ia juga menampik kabar yang mengatakan TNI memilili data formulir C1. Jumlah personel yang diturunkan Mabes TNI, yakni sekitar 162.000 personel tidak sebanyak jumlah tempat pemungutan suara (TPS) yang mencapai 813.350 TPS.

Andika menjelaskan, ia tak akan melakukan langkah apapun terhadap Rizal karena kicauannya tersebut. Tapi, TNI AD akan memproses yang diduga Letkol TNI AD yang memberikan informasi bohong tersebut melalui proses hukum yang berlaku di militer, yakni melalui Pengadilan Militer.

"Kepada tokoh bangsa itu bukan menjadi kewenangan kami. Jadi saya menyatakan tidak akan melakukan apapun kepada Pak RR. Tetapi terhadap yang diduga Letkol TNI AD ini pasti kami proses hukum. Karena dia berada di dalam kewenangan kami untuk memproses," jelasnya.

Pada twitternya, Rizal menyebutkan ada seorang Letkol TNI AD yang memberikannya informasi, Prabowo memenangi pemilu. Letkol TNI AD itu menyebut kemenangan Prabowo berasal dari data yang diperoleh Babinsa.

"Barusan belanja buah di supermarket. Didatangi ibu2 dan bapak yang saya tidak kenal. Ibu-ibu katakan, 'Pak Ramli harus bicara lebih keras, ini sudah ndak benar!' Kemudian datang seorang LetKol AD, 'Pak ini sudah kebangetan, laporan2 Babinsa PS sudah menang. Bahkan di komplex Paspampres!" cuit Rizal pada akun twittwr pribadinya, @RamliRizal, Ahad (5/5).

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA