Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Prestasi Mentan Amran Sulaiman Sulit Dibantah

Kamis 09 May 2019 21:42 WIB

Red: EH Ismail

Mentan Amran Sulaiman mengunjungi Takalar

Mentan Amran Sulaiman mengunjungi Takalar

Foto: Humas Kementan
Presiden Jokowi beberapa kali secara terbuka memuji kinerja Menteri Pertanian.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kinerja Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dinilai telah meningkatkan kualitas pertanian menjadi lebih baik. Pengamat politik Prof Tjipta Lesmana mengatakan capaian tersebut sangat layak mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak.

Pertama, data BPS mencatat volume ekspor pertanian melonjak 26,9 persen. Jika, pada 2013 sebesar 33,5 juta ton, tahun 2018 meningkat jadi 42,5 juta ton. “Apa ini bukan suatu keberhasilan? Begitu juga PDB pertanian tumbuh 3,7 persen,” ujar Tjipta.

Jika 2 tahun yang lalu angkanya Rp 969 triliun, tahun lalu mencapai Rp 1.005 triliun. PDB pertanian tumbuh melebihi target 2018 sebesar 3,5persen.

Kedua, selama 4,5 tahun pemerintahan Jokowi-JK, inflasi bahan pangan juga menurun. Jika pada 2013 termasuk tinggi, kenyataannya Indonesia mampu menekan inflasi pertanian dari 10,57 persen pada tahun 2014 menjadi 1,26 persen tahun 2017. 

Tjipta Lesmana juga menyinggung ekspor ke Argentina berupa kelapa, kakao, cengkeh, kapas, pala, kelapa sawit, karet, dan lainnya yang mencapai lebih dari Rp 600 miliar. Ekspor buah ke Argentina juga mulai dirintis oleh Kementerian Pertanian. 

Hal lain yang juga digarisbawahi oleh Tjipta Lesmana adalah kenaikan sangat signifikan dalam investasi di sektor pertanian. Jika pada 2013 investasi tersebut hanya Rp 29,3 triliun, tahun 2018 mencapai Rp 61,6 triliun. Total investasi secara kumulatif dari 2013 lebih dari Rp 250 triliun. 

Menurunkan tingkat kemiskinan

photo
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman

Masih menurut angka BPS, pemerintah Jokowi diam-diam berhasil menurunkan tingkat kemiskinan di pedesaan. Menurut BPS, NTP Pertanian 2018 sebesar 102,46, naik 0,42 persen dibandingkan tahun 2014 sebesar 102,03. Memang diakui oleh Prof Tjipta, kenaikan ini belum menggembirakan, sehingga semua pemangku kepentingan di bidang pertanian masih harus bekerja lebih keras lagi untuk meningkatkan kesejahteraan kaum tani. 

“Dari aspek pemberantasan korupsi, kami kira Kementan era Jokowi sudah menggoreskan prestasi yang pantas dibanggakan. Amran Sulaeman bahkan berani mengundang KPK untuk berkantor di Kementan, memeriksa langsung tata-kelola di kementerian tersebut," tutur Prof Tjipta.

Di era sebelumnya, sambung Tjipta, Kementerian Pertanian terkenal sebagai salah satu kementerian yang "kotor”. Untuk itu, KPK telah memberikan penghargaan khusus kepada Kementan. Sementara itu, pada 2016 BPK memberikan status Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) kepada Kementan, antara lain, karena tata-kelola administrasinya yang dinilai bagus dan transparan. 

"Tentang swasembada beras, pada tahun 2016-2017 Indonesia benar-benar tidak impor beras," imbuhnya.

Secara keseluruhan, Prof Tjipta menegaskan prestasi Kementerian Pertanian dibawah kepemimpinan Andi Amran Sulaeman sulit dibantah. Presiden Jokowi sendiri beberapa kali secara terbuka memuji kinerja Menteri Pertanian. 

Meski demikian, ada saja suara miring yang menghantam Pak Amran. Menurutnya, Ada saja suara miring untuk mempengaruhi Presiden Jokowi mencopot Amran pada kabinet barunya pasca dilantik 20 Oktober 2019," tegasnya.

Lebih lanjut Prof Tjipta menyebutkan pelantikan presiden dan wakil presiden hasil Pemilu 2019 masih 5 bulan lagi. Tapi kasak-kusuk tentang susunan kabinet baru sudah merebak di masyarakat. 

"Bisa saja sudah ada orang-orang yang ngebet jadi Menteri Pertanian dengan membonceng pengamat dan akademisi tertentu untuk menjatuhkan Amran. Ya kita buktikan saja nanti apakah Amran dilengserkan atau tetap dipakai Jokowi sebagai Menteri Pertanian," sambung Prof Tjipta.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA