Rabu, 17 Ramadhan 1440 / 22 Mei 2019

Rabu, 17 Ramadhan 1440 / 22 Mei 2019

Sandi: Insya Allah Masyarakat Adil Makmur Terwujud

Ahad 12 Mei 2019 04:02 WIB

Red: Ratna Puspita

Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno meninjau pengawalan C-1 di PPK Kecamatan, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Kamis (25/4).

Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno meninjau pengawalan C-1 di PPK Kecamatan, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Kamis (25/4).

Foto: Republika/Ali Mansur
Sandi mengatakan perjuangan mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur masih panjang.

REPUBLIKA.CO.ID, BANJARMASIN -- Calon Wakil Presiden Republik Indonesia Sandiaga Uno menyatakan insya Allah masyarakat adil makmur terwujud sebagaimana harapan bersama rakyat di negeri ini. Namun, Sandiaga mengajak semua pihak, terutama para fungsionaris dan kader partai politik (parpol) pendukungnya, untuk terus bekerja keras.

Sebab, menurut dia, perjuangan mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur masih panjang. Termasuk, mengawal bersama-sama hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, serta Pilpres17 April lalu.

Baca Juga

"Indonesia adil dan makmur akan terwujud jika pelaksanaan Pemilu (termasuk Pilpres) jujur dan adil," kata Sandi ketika menyapa pendukungnya di Kalimantan Selatan (Kalsel) di Posko Badan Pemenangan Provinsi (BPP) pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 02, Prabowo Sandi, Jalan A Yani km13 Banjarmasin, Sabtu (11/5) sore.

Pada pertemuan itu, sembari menyampaikan salam Capres H Prabowo Subianto, dia juga menyatakan terima kasih kepada masyarakat Kalsel yang telah memenangkannya di provinsi yang terdiri atas 13 kabupaten/kota dan kini berpenduduk empat juta jiwa lebih. Di Kalsel, pasangan nomor urut 02 mendapatkan 64,08 persen, dan Jokowi-Ma''ruf Amin 53,92 persen.

Usai pertemuan di Posko BPP pasangan Capres dan Cawapres 02 Kalsel, Sandiaga Uno menuju Masjid Jami' Banjarmasin untuk menemui jemaah masjid tertua di kota berjuluk seribu sungai itu, sesudah Masjid Pangeran Suriansyah. Pangeran Suriansyah Raja Banjar pertama yang memeluk agama Islam, sebelumnya ketika Hindu bernama Pangeran Samudera, yang kemudian mengadakan keturunan Kerajaan Banjar, antara lain Sultan Adam yang terkenal dengan hukum adatnya.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA