Senin, 15 Safar 1441 / 14 Oktober 2019

Senin, 15 Safar 1441 / 14 Oktober 2019

Alasan BPN tidak Tanda Tangani Hasil Rekapitulasi

Selasa 14 Mei 2019 13:46 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Ratna Puspita

Direktur Relawan BPN Prabowo-Sandiaga Uno, Ferry Mursyidan Baldan (kiri)

Direktur Relawan BPN Prabowo-Sandiaga Uno, Ferry Mursyidan Baldan (kiri)

Foto: Antara/Arif Firmansyah
Ferry mengatakan penolakan karena BPN meyakini banyak kecurangan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menjelaskan alasan menolak menandatangi hasil rekapitulasi suara manual Komisi Pemilihan Umum (KPU) seperti di Jawa Tengah. Direktur Relawan BPN Prabowo-Sandiaga Uno, Ferry Mursyidan Baldan, menyampaikan penolakan tersebut dilakukan karena BPN meyakini banyak kecurangan di Jawa Tengah.

Tidak hanya itu, BPN juga meminta kepada KPU untuk menyelenggarakan pemilihan umum ulang. "Seluruh Jateng, kita memberikan catatan pemungutan suara ulang," tegas Ferry, saat dikonfirmasi, Selasa (14/5).

Baca Juga

Ferry mengatakan, langkah yang sama juga dilakukan di banyak provinsi. Di Jawa Barat, ia mengatakan, BPN juga menolak menandatangani hasil rekapitulasi.

Padahal, berdasarkan hasil rekapitulasi penghitungan perolehan suara Pilpres 2019, KPU Jawa Barat menetapkan pasangan Prabowo-Sandiaga Uno menang di 21 kabupaten dan kota dengan memeroleh 16.077.446 suara. Sedangkan enam daerah lainnya yang dominan berada di timur Jawa Barat, berhasil dikuasai oleh Jokowi-Maruf Amin dengan perolehan sebanyak 10.750.568 suara.

Ferry mengatakan, rekapitulasi suara bukan hanya sekadar menjumlahkan angka.  Namun juga lambannya proses rekapitulasi yang menurutnya juga harus disoroti.

Padahal, kata Ferry, sebanyak 300 DPT per TPS, maka proses perhitungan bisa dituntaskan selama satu pekan dari masa pencoblosan pada 17 April lalu. "Sebanyak 800 ribu lebih TPS se-Indonesia, setiap TPS jumlah maksimal 300 dpt jadi maksimal satu minggu juga selesai. Kok sekarang sangat lamban," kritik Ferry.  

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA