Rabu, 17 Ramadhan 1440 / 22 Mei 2019

Rabu, 17 Ramadhan 1440 / 22 Mei 2019

Gugat ke MK, PKS Mengaku Suaranya Hilang Misterius di Riau

Rabu 15 Mei 2019 07:55 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Rekapitulasi suara di Riau (ilustrasi).

Rekapitulasi suara di Riau (ilustrasi).

Foto: Antara/Aswaddy Hamid
PKS yakin akan memenangi gugatan di MK.

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU -- Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) Provinsi Riau akan mengajukan keberatan terkait dengan hasil rekapitulasi penetapan suara Pemilu 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK). PKS menganggap suara mereka diduga hilang misterius.

Baca Juga

"Kalau proses di MK, harus ada catatan perjanjian. Kami sudah mengajukan keberatan di tingkat PPK, KPUD, dan kemarin sudah disampaikan oleh saksi kami. Dalam penandatanganan saksi juga sudah mengajukan keberatan," kata Ketua DPW PKS Riau Hendry Munief di Pekanbaru, Selasa.

Meskipun mengajukan keberatan, PKS akan tetap menghormati hasil rekapitulasi yang saat ini sudah berlangsung di tingkat Provinsi Riau. PKS tidak akan mengganggu proses yang ada saat ini. "Biarlah berjalan sebagaimana mestinya. Sekarang kami fokus menemukan bukti yang kuat terkait dengan ditemukannya perbedaan C1 dengan rekapan di tingkat PPK," ujarnya.

Ia optimistis PKS mampu memenangi gugatan di MK. Apalagi mereka sudah memiliki pengalaman di MK.  "Saya optimistis dengan tim advokat dan bukti valid, kami bisa mengatasinya," tegasnya.

Sebelumnya, PKS Riau menaksir raihan suara menembus angka 20 persen. Angka tersebut merupakan perhitungan internal yang dilakukan PKS berdasarkan form C1 yang dikumpulkan.

"Ini bukan dari real count internal kita. Menurut hasil hitung cepat KedaiKopi milik Hendri Satrio menyebut 20,1 persen. Artinya, real count kami cukup dekat dengan quick count yang dilakukan lembaga nasional. Makanya, saya agak kaget dengan perolehan suara (KPU) yang justru jauh merosot," ungkapnya.

Ia mengatakan, lembaga survei lain juga menunjukkan PKS tampil sebagai pemenang di Provinsi Riau. PKS diprediksi menang oleh lembaga survei Indo barometer dan Saiful Muljani Riset dan Consulting (SMRC).

Karena itu, mereka heran dengan menurunnya persentase suara PKS saat pleno dilakukan KPU. "Kalau tiba-tiba merosot 7 sampai 8 persen (real count KPU) itu ke mana perginya? Berarti ada satu kursi yang hilang di tingkat provinsi dan pusat," tekannya.

Sementara itu, berdasarkan raihan suara per kabupaten/kota di Riau, untuk kursi DPRD Provinsi Riau, PKS diperkirakan kebagian tujuh kursi dari 65 kursi yang diperebutkan. Jumlah tersebut jauh di bawah pekiraan hitungan internal PKS. Berdasarkan hitungan C1, PKS berpeluang mendapat 14 kursi.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA