Monday, 14 Syawwal 1440 / 17 June 2019

Monday, 14 Syawwal 1440 / 17 June 2019

Minta Pendukungnya Sabar, Sandi Sebut Prabowo akan Berwasiat

Ahad 19 May 2019 05:16 WIB

Red: Andri Saubani

Calon Wakil Presiden no urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno (tengah) foto bersama dengan relawan ketika berkunjung ke Pekanbaru, Riau, Sabtu (18/5/2019).

Calon Wakil Presiden no urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno (tengah) foto bersama dengan relawan ketika berkunjung ke Pekanbaru, Riau, Sabtu (18/5/2019).

Foto: Antara/Rony Muharrman
Sandiaga pada Sabtu (18/5) menemui pendukungnya di Riau, Pekanbaru.

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU -- Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno saat berkunjung di Pekanbaru, Sabtu (18/5), meminta seluruh relawan Prabowo-Sandi mengawal proses demokrasi dan bersabar menunggu hasil Pemilu 2019 yang akan diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU). KPU dijadwalkan mengumumkan hasil pemilu pada 22 Mei.

Baca Juga

"Terkhusus untuk kaum ibu-ibu, saya meminta untuk tidak khawatir atau galau," kata Sandiaga saat silaturahmi Koalisi Indonesia Adil Makmur dan simpul relawan Prabowo-Sandi se-Riau di Pekanbaru, Sabtu.

Kunjungan calon wakil presiden nomor urut 02 itu mendapat sambutan antusias pendukungnya, khususnya dari kaum perempuan atau kerap dipanggil emak-emak. "Emak-emak ada yang galau, sebel gak mau nonton TV. Jangan TV-nya yang disalahkan. Kita tetap berprasangka baik, banyak ditemui kecurangan terjadi di sini, kita harapkan mereka melakukan koreksi. Semua harus mengedepankan prosedur hukum," ujar Sandiaga Uno.

Sandiaga mengatakan Prabowo akan memberikan arahan kepada pendukungnya jelang pengumuman KPU pada 22 Mei mendatang. Sandi menegaskan, para pendukung harus terus melakukan pengawalan terhadap proses penghitungan suara di setiap daerah.

"Prabowo akan mengeluarkan surat wasiat yang akan dimumkan sebelum 22 Mei. Kita tunggu saja arahan dari jangan khawatir, perjuangan kita belum berakhir," ujarnya.

Sandiaga menyebut masyarakat sangat dewasa menyikapi keputusan pilpres, apalagi bertepatan dengan momentum bulan suci Ramadhan. "Masyarakat kita, masyarakat yang sangat bergotong-royong, apalagi di bulan suci Ramadhan, mereka sangat cerdas dan dewasa menyikapi pilpres ini. Jangan terlalu melebih-lebihkan. Saya yakin semua mampu mengedepankan akal sehat tidak anarkistis. Apa pun temuan di lapangan kita kembalikan ke jalur hukum, melalui prosedur konstitusional," ucapnya.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA